Tiga Astronaut Tiongkok Berbincang ke Bumi dari Luar Angkasa

  • Whatsapp
cgtn

Beijing – Ketiga astronaut Tiongkok, telah berada di modul utama pada stasiun luar angkasa Tiongkok sejak 17 Juni, berhasil berbincang-bincang lewat sambungan telepon jarak jauh pertamanya ke Bumi pada Rabu lalu.

Nie Haisheng (56), Liu Boming (54), dan Tang Hongbo (45) kini bertugas di modul utama Tianhe, berjarak sekitar 380 km dari Bumi.

Read More

Aksi mereka merupakan misi antariksa Tiongkok dengan awak manusia yang berdurasi paling lama, bahkan misi pertama yang dijalankan sejak 2016.

Pada Rabu lalu, Presiden Tiongkok Xi Jinping pun menyapa ketiga astronaut ini lewat video, dan mengucapkan selamat atas keberhasilan mereka memasuki stasiun luar angkasa sekaligus mengapresiasi kerja keras mereka.

“Bagaimana kondisi Anda di sana?,” Xi, juga menjabat Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok dan Ketua Komisi Militer Sentral, bertanya tentang kondisi kesehatan, aktivitas, dan pekerjaan ketiga astronaut ini. Selama berbincang dengan Xi, untuk sementara waktu, kaki para astronaut harus terikat ke lantai karena luar angkasa tidak memiliki gravitasi.

Baca Juga :  Pentingnya Peran Hutan dalam Ekonomi Sirkular

“Terima kasih atas perhatian Anda, Sekretaris Jenderal! Kondisi fisik kami sangat baik, dan tugas-tugas kami di luar angkasa berlangsung dengan lancar,” kata Nie, Komandan misi tersebut.

Xi memuji misi antariksa Tiongkok

“Membangun sebuah stasiun luar angkasa adalah pencapaian penting dalam misi penerbangan antariksa Tiongkok,” ujar Xi, dalam perbincangan yang juga ditayangkan lewat kanal televisi.

“Kontribusi ini akan membuka berbagai peluang baru dalam misi penjelajahan manusia secara damai di luar angkasa. Anda mewakili kaum pejuang dalam misi penerbangan antariksa Tiongkok di era baru,” kata Xi. Hingga kini, masa tugas astronaut Tiongkok yang terlama di luar angkasa adalah 33 hari.

“Dalam misi-misi sebelumnya, kami mengirim air dan oksigen ke luar angkasa bersama para astronaut. Namun, pasokan air dan oksigen untuk masa tugas tiga hingga enam bulan ternyata menyita ruang kargo, dan tak menyisakan kapasitas lain untuk perlengkapan dan persediaan penting lainnya. Jadi, kami melengkapi modul utama dengan sistem pendukung kehidupan yang baru. Sistem ini bisa mendaur ulang urin, kondensat dari nafas yang dihembuskan (EBC), dan karbondioksida,” jelas Bai Linhou, Wakil Ketua Perancang Stasiun Luar Angkasa, China Academy of Space Technology (CAST), kepada Xinhua dalam wawancara sebelumnya.

Baca Juga :  Gempa 7 SR Guncang Jepang, 11 Orang Tewas

Modul utama Tianhe, lokasi tugas ketiga astronaut tersebut, memiliki panjang 16,6 meter, diameter maksimum 4,2 meter, dan massa lepas landas 22,5 ton. Tianhe juga menjadi pesawat antariksa terbesar yang pernah dikembangkan dan diluncurkan Tiongkok.

Tianhe mendukung ahli penerbangan antariksa Tiongkok untuk menguji sejumlah teknologi penting, termasuk sayap pesawat bertenaga surya, perakitan dan perawatan di lintasan orbit, serta, komponen terpenting, sistem pendukung kehidupan yang baru.

Setelah meluncurkan lima misi antariksa pada tahun ini, Tiongkok merencanakan enam misi berikutnya, termasuk peluncuran modul laboratorium Wentian dan Mengtian, dua pesawat kargo antariksa, dan dua pesawat antariksa dengan awak manusia pada 2022. Misi-misi ini akan menuntaskan konstruksi stasiun luar angkasa.

Menurut para pejabat Tiongkok, stasiun luar angkasa baru ini tak hanya bisa diakses Tiongkok, melainkan terbuka untuk seluruh dunia.

Astronaut asing dan kerja sama global dalam uji coba ilmiah sangat disambut di stasiun luar angkasa Tiongkok, menurut Hao Chun, Director, China Manned Space Engineering Office, dalam sebuah wawancara bersama CGTN. (PRNewswire)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *