Catat Kinerja Cemerlang, Ini Pesan OJK ke Bank NTT

  • Whatsapp
Kepala OJK NTT, Japarmen Manalu / FOto: Lintasntt.com

Kupang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat kinerja Bank NTT tumbuh positif selama pandemi covid-19.

Namun, saat ini perbankan masih dihadapkan pada situasi yang penuh dengan tantangan. Pasalnya, penyebaran Covid-19 yang belum reda, bahkan kemungkinan Indonesia memasuki gelombang tiga pendemi, memberikan dampak terhadap hampir keseluruhan kegiatan masyarakat termasuk industri perbankan.

Read More

Kepala OJK NTT, Japarmen Manalu pun mewanti-wanti Bank NTT agar tetap menjaga kondisi likuiditas dan permodalannya.

“Saya berharap pengalaman selama 60 tahun melayani masyarakat, Bank NTT dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan dan terus membantu pertumbuhan ekonomi khususnya sektor produktif dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam rangka menjaga keberlangsungan kegiatan usaha bank,” pesan Japarmen saat perayaan HUT Bank NTT ke-60 di Kupang, Minggu (18/7/2022).

Dia menyebutkan sampai Mei 2022, secara year to date aset Bank NTT menunjukkan pertumbuhan positif sebesar Rp1,10 triliun atau 6,99%, yang terutama didorong dari pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga sebesar Rp1,11 triliun atau 8,92%.

Pada Mei 2022, Bank NTT mencetak laba sebesar Rp102,83 miliar, lebih tinggi dibandingkan kinerja tahun lalu pada Mei 2021 sebesar Rp55,27 miliar.

Japarmen minta pencapaian yang baik tersebut turut diiringi dengan kinerja penyaluran kredit yang belum menunjukkan kinerja yang positif sepanjang tahun 2022.

Dia berharap optimalisasi penyaluran kredit Bank NTT harapkan mampu menjadi katalisator pemulihan ekonomi NTT dan meningkatkan peran Bank NTT dalam menjalankan fungsi intermediasi melalui penyediaan fasilitas pendanaan bagi masyarakat.

Japarpen mengatakan, tantangan yang dihadapi oleh industri perbankan saat ini semakin meningkat, bervariasi dan dinamis. Kondisi ini terjadi karena pandemi covid-19 dan kebijakan pembatasan sosial yang mengikutinya. Selain itu, terdapat tantangan struktural perbankan terkait dengan skala usaha dan daya saing perbankan, perkembangan ekonomi dan keuangan digital yang pesat serta diiringi dengan perubahan perilaku ekonomi masyarakat.

“Kami mencatat manajemen sudah berupaya maksimal dengan menghadirkan inovasi pelayanan melalui launching beberapa produk dan aktivitas baru antara lain penambahan fitur pada aplikasi Mobile Banking Bank yaitu virtual account, fitur pengajuan pinjaman, fitur tarik tunai tanpa kartu dan pick up service, Internet Banking Bisnis dan Internet Banking Individu, smart branch Bank NTT, Aplikasi Be Pinjam dan Digital Loan yang sedang dalam masa piloting project,” ujarnya.

Dia berharap berbagai macam inisiatif strategis yang sudah dilakukan tersebut dapat meningkatkan loyalitas nasabah kepada BPD NTT dan memperluas basis nasabah Bank NTT, tentu akan membuat nasabah lebih mudah dalam bertransaksi secara elektronik.

Hal ini dapat menjadi peluang bagi bank untuk mendapatkan pendapatan yang berasal dari fee based yang dapat digunakan untuk menopang kegiatan usaha bank di tengah tantangan pada kondisi pandemi saat ini. (*/gma)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.