Kupang – Seorang warga lanjut usia bernama Noh Baitanu (66), warga Dusun III, Desa Faumes, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, ditemukan meninggal setelah terseret arus banjir di Kali Bonpo, Selasa (24/3/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 09.30 Wita dalam kondisi tidak bernyawa, setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat nekat menyeberangi sungai yang meluap.
Peristiwa tragis ini bermula pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 15.00 Wita. Saat itu korban pulang dari Pasar Oefetis bersama sejumlah warga. Namun, setibanya di Desa Honuk, mereka tidak dapat menyeberangi sungai karena debit air meningkat akibat banjir. Rombongan pun memutuskan untuk bermalam di lokasi tersebut.
Sekitar pukul 00.00 Wita, korban bersama cucunya nekat menyeberangi sungai. Nahas, saat berada di tengah arus yang deras, korban tiba-tiba hilang terseret air. Sang cucu yang menyaksikan kejadian itu langsung melaporkan kepada warga sekitar.
Upaya pencarian dilakukan sejak pagi hari oleh warga setempat. Korban akhirnya ditemukan di tengah sungai dengan posisi tubuh melintang di atas pasir. Mendapat laporan, Kapolsek Amfoang Utara Iptu Valentinus M. Beribe bersama personel Polsek, Koramil 1604-03 Amfoang, serta tenaga medis dari Puskesmas Soliu langsung turun ke lokasi.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan awal terhadap jenazah, serta meminta keterangan dari para saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, ditemukan luka pada bagian kepala, tangan, dan kaki korban yang diduga akibat benturan saat terseret arus sungai.
Setelah proses penanganan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka di Desa Faumes. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Diketahui, kondisi sungai saat kejadian memiliki lebar sekitar 200 meter dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 150 sentimeter. Korban diperkirakan terseret hingga sejauh 5 kilometer dari titik awal. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika debit air meningkat, guna menghindari kejadian serupa. (*/gma)














