Kupang – Kabar duka datang dari Kabupaten Alor. Mantan Bupati Alor dua periode, Amon Djobo, dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (26/03/2026).
Amon Djobo mengembuskan napas terakhir di RSUD Kalabahi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait penyebab wafatnya mantan orang nomor satu di Alor tersebut.
Informasi meninggalnya Amon Djobo dengan cepat menyebar dan memicu gelombang ucapan duka dari berbagai kalangan. Sejumlah tokoh, pejabat daerah, hingga masyarakat menyampaikan belasungkawa, termasuk melalui media sosial.
Dikutip dari Wikipedia, Amon Djobo dikenal sebagai sosok birokrat sekaligus politikus yang berpengaruh di Kabupaten Alor. Ia menjabat sebagai Bupati Alor selama dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024. Lahir pada 22 Februari 1960, Amon Djobo memiliki rekam jejak panjang dalam birokrasi pemerintahan sebelum terjun ke dunia politik. Kariernya dimulai sebagai Camat Alor Timur pada 1991–1995.
Ia kemudian menduduki berbagai jabatan strategis, di antaranya Sekretaris BAPPEDA Kabupaten Alor (1998-1999), Asisten bidang administrasi Sekretariat Daerah (1999-2002), serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas PKT pada periode yang sama.
Pada 2002, ia dipercaya sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Alor, lalu menjadi Asisten Administrasi Umum Setda Alor pada 2003. Kariernya terus menanjak saat menjabat Kepala BAPPEDA Kabupaten Alor pada 2008.
Amon Djobo juga pernah menjadi Staf Ahli Bupati Alor bidang pemerintahan, politik, dan hukum pada 2011, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Alor pada 2012.
Puncak karier politiknya dimulai saat terpilih sebagai Bupati Alor pada Pilkada 2014, dan kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin periode kedua pada 2019 – 2024. Kepergian Amon Djobo meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Alor dan Nusa Tenggara Timur. Sosoknya dikenang sebagai pemimpin daerah yang memiliki dedikasi panjang dalam pembangunan dan pelayanan publik. (*/gma)














