Warga di Kaki Gunung Rokatenda Menolak Dievakuasi

  • Whatsapp
Gunung Rokatenda saat meletus Tahun 2013/Dok. Lintasntt.com

KUPANG—LINTASNTT.COM: Pemerintah Kabupaten Sikka kewalahan membujuk sekitar 5.000 warga yang masih bermukim di kaki gunung Rokatenda untuk dievakuasi ke lokasi yang aman.

Kondisi ini berpotensi kembali jatuhnya korban jiwa jika gunung tersebut kembali meletus. Sekretaris Kecamatan Palue Marthen Luther Adjie mengatakan warga yang menolak dievakuasi berasal dari Desa Rokirole dan Desa Nitunglea, Kecamatan Palue. Dua desa ini paling parah diterjang abu vulkanik Gunung Rokatenda pada letusan Sabtu (10/8) sekitar pukul 04.27 Wita.

Letusan tersebut mengakibatkan tiga orang tewas dan tiga orang lainnya hingga pukul 19.00 Wita belum juga ditemukan. Diduga kuat para korban hilang tersapu lahar panas ke laut. Pasalnya saat terjadi letusan, para korban hilang tersebut sedang berada di pantai.

Baca Juga :  Jembatan Petuk I Berteknologi Pratekan Pertama di Indonesia

“Saat ini bupati dan camat masih terus minta warga agar bersedia dievakuasi ke lokasi yang aman, namun warga tetap menolak,” katanya saat dihubungi Media Indonesia.  Ia mengatakan dua desa tersebut seharusnya dikosongkan. Bila perlu seluruh warganya direlokasi ke Pulau Flores guna mengantisipasi kembali jatunya korban jiwa jika terjadi letusan susulan. (GBA)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *