Kupang – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ambrosius Kodo, menegaskan penguatan pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam dunia pendidikan di daerah tersebut.
Menurutnya, keberhasilan akademik dan keterampilan siswa tidak akan berarti tanpa didukung karakter yang baik. Ia mengibaratkan hal tersebut seperti “cangkang tanpa isi” jika peserta didik hanya unggul secara akademik namun lemah dalam karakter.
“Pendidikan karakter itu sangat penting. Kalau akademiknya bagus, keterampilannya bagus, tapi karakternya tidak baik, saya kira itu seperti menghasilkan cangkang tanpa isi,” kata Ambrosius Kodo seusai Pelantikan dan Pengambilan SumpahJjanji Jabatan 104 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di Aula El Tari Kupang, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa pendidikan karakter merupakan keterampilan universal yang dibutuhkan di mana pun, oleh siapa pun, dan kapan pun. Karena itu, penguatan karakter harus menjadi prioritas utama di setiap satuan pendidikan, sejalan dengan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. “Karakter itu menjadi kekuatan utama peserta didik kita. Itu yang harus kita bangun,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ambrosius menyebut bahwa berbagai program telah dijalankan, seperti sekolah ramah anak dan sekolah yang peduli terhadap perlindungan anak. Namun, upaya tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi dengan orang tua.
Salah satu langkah konkret yang tengah didorong adalah membangun kesepakatan antara sekolah dan orang tua melalui komite sekolah, termasuk pemberian izin kepada sekolah untuk melakukan razia telepon genggam (HP) yang dibawa siswa.
“Melalui komite, kita akan bangun kesepakatan supaya sekolah diberikan izin melakukan razia HP. Karena di HP itu semua proses bisa terjadi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari perhatian serius pemerintah daerah dalam membentuk karakter siswa, sesuai arahan pimpinan daerah. “Kami mendapat petunjuk dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur agar penguatan karakter di sekolah benar-benar menjadi perhatian utama,” jelasnya. (gma)














