Jenazah Korban Bentrokan di Pulau Solor Disandera

  • Whatsapp

KUPANG—LINTASNTT.COM: Jenazah Sino Wotan, salah satu korban bentrokan di Pulau Solor, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, belum bisa diambil keluarganya karena disandera oleh warga.

Jenazah disandera oleh warga Desa Lahayong sejak Selasa (5/11) pagi dan hingga pukul 15.00 Wita belum diserahkan untuk dibawa pulang ke Desa Wulublolong, Kecamatan Solor Timur.

“Saat terjadi bentrokan, warga dua desa ini berhadap-hadapan saling memanah dan membacok. Setelah Sino tewas, jenazahnya langsung dibawa ke Lahayong,” kata anggota DPRD Flores Timur Safruddin Abas.

Ia mengatakan, jenazah kemungkinan belum bisa diambil karena warga Desa Wulublolong telah mengungsi. Sino tewas dengan luka bacok di leher dan mulut. Sedangkan tiga korban luka lainnya asal Desa Lahayong yang terkena panah di kaki telah dievakuasi ke Puskesmas Solor Timur.

Baca Juga :  Polair Polda NTT Gagalkan Penyeludupan 26 WNI ke Australia

Bentrokan terkait perebutan tanah antara warga Desa Lahayong dan warga Desa Wulublolong, Kecamatan Solor Timur, terjadi sekitar pukul  09.30. Bentrok susulan terjadi pada pukul 14.00, dan warga membakar sejumlah rumah. (Sumber: Metrotvnews.com/Palce Amalo)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *