Iklan Lifebouy Dinilai Melecehkan Rakyat NTT

  • Whatsapp
Sumber Air di Desa Bitobe/Foto: Gamaliel
Sumber Air di Desa Bitobe/Foto: Gamaliel

KUPANG—LINTASNTT.COM: Warga Nusa Tenggara Timur, Jumat (29/11) mengeluarkan petisi menuntut produsen sabun Lifebouy menghentikan penayangan iklan ‘5 Tahun Bisa’ di sejumlah televisi nasional.

Pasalnya iklan tersebut sangat melecehkan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). “Iklan itu mengandung pesan yang melecehkan warga NTT. Apa benar semua anak NTT terancam mati sebelum berusia 5 tahun,” kata Dany, warga yang menulis petisi tersebut. Petisi telah dikirim ke Lifebouy.

Menurut Dany, anak-anak NTT bukan tidak mau dibantu, hanya saja cara lifebouy mengiklankan keinginan baik itu kurang bijak.
Iklan yang ditayangkan tersebut berpesan: Belilah sabun lifebouy supaya kita menolong anak di NTT bisa merayakan ulang ke 5 mereka. Dalam video iklan tersebut juga mengandung beberapa kalimat yang  menyebutkan rendahnya pemahaman untuk hidup bersih yang mengenelarisir kondisi di NTT.

Baca Juga :  Terapkan GCG, PLN Raih Sertifikasi Anti-Manajemen Penyuapan

Ia mengatakan keterbatasan akses air dan iklim yang kering adalah berkat yang diberikan Tuhan bagi beberapa daerah di NTT khususnya di Pulau Timor, dan tak akan bisa diubah “Atas nama rakyat NTT, kami minta agar iklan ini dihentikan dan diperbiaki. Hentikan pula semua upaya mengeksploitasi keadaan NTT untuk kepentingan bisnis dan politik apapun,” kata Dia.

Terkait penayangan iklan tersebut, Senior Brand Manager Lifebuoy Unilever Adina Tontey mengatakan kondisi NTT yang dalam video iklan tersebut menggambarkan kondisi sebenarnya yang terjadi di Desa Bitobe, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Iklan ini bertujuan membantu mencegah kematian balita di NTT di masa mendatang. Pasalnya sesuai data Dinas Kesehatan NTT, dari kematian balita mencapai 71 persen dari 1.000 kelahiran hidup. “Paling banyak kematian balita di NTT disebabkan diare. Data ini diperoleh dari dinas kesehatan, dan ini kondisi yang sebenarnya terjadi,” kata Dia.

Baca Juga :  PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman Selama Idul Fitri

Adina juga membantah iklan tersebut dibuat untuk tujuan meraih profit. Menurutnya seluruh dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk Desa Bitobe. “Saat ini uang yang terkumpul sudah mencapai Rp700 juta,” katanya. (GBA)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *