Guru SDN Oelbeba Dianiaya Diduga Karena Tanya Pengelolaan Dana BOS

  • Whatsapp
Ilustrasi/web

Oelamasi – Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Imanuel Buan mengatakan pihaknya telah mendapat laporan terkait penganiayaan Anselmus Nalle, guru SDN Oelbeba, Kecamatan Fatuleu oleh kepala sekolah Aleksander Nitti.

Laporan tersebut kata Imanuel, disampaikan langsung oleh Anselmus yang datang langsung ke dinas P dan K seusai kejadian. “Kami sudah terima laporan dan kami bentuk tim untuk pemeriksaan selanjutnya,” katanya saat dihubungi lewat telepon Minggu (5/6) petang.

Disampaikan sesuai laporan yang diterima kejadian penganiayaan tersebut diduga dipicu persoalan pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut.

Menurut Imanuel, dalam rapat di sekolah itu Anselmus awalnya menanyakan soal snack yang tidak disuguhkan dalam rapat tersebut.

Baca Juga :  Jaksa Dinilai Keliru Tetapkan Bupati Rote Ndao Tersangka

“Ada kegiatan di sekolah, pembentukan panitia, di situ guru ini (Anselmus) tanya soal snack, kok tidak ada?, Rupanya dia tanya soal pengelolaan dana BOS, kepala sekolah rupanya tersinggung sehingga terjadilah hal itu,” kata Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Imanuel Buan.

Ia menambahkan tim yang dibentuk akan turun ke sekolah untuk melakukan pemeriksaan terhadap pihak sekolah yang ada saat kejadian. Dan untuk sementara kata kadis Imaneul, pihaknya menempatkan Anselmus untuk berdinas di kantor dinas P dan K Kabupaten Kupang.

Pihaknya akan melakukan evakuasi khusus terhadap kinerja Kepsek SDN Oelbeba Aleksander Nitti. “Kami akan evaluasi kepsek, bagaimana kinerjanya,” katanya.

Kejadian penganiayaan tersebut diakui Kadis Imanuel telah viral di media sosial (medsos) sehingga ia memastikan masalah tersebut akan diproses tuntas menggunakan aturan ASN. “Yang terlibat akan diberi sanksi sesuai aturan ASN,” katanya.

Baca Juga :  Kejati NTT Tahan Empat Pegawai Kemenpupera

Sesuai informasi yang diterima kata kadis Imanuel, Anselmus juga telah melaporkan hal tersebut ke Polres Kupang, sementara kepsek Aleksander juga telah melaporkan gurunya itu ke Polsek Fatuleu. “Mereka sudah saling lapor di polisi,” katanya. (Jmb)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. Memang tidak jarang ketika orang sekitar menyinggung penggunaan dana BOS mendapat respons yg kurang bagus oleh para pengelola dana ini,seperti yg di Kupang ini. Entah kenapa ketersinggungan trsbt kerap melekat pd perasaan mereka? Pertanyaan ataupun pernyataan ttg penggunaan dana BOS juga umumnya muncul ketika transparansi sudah tidak nampak lg sebagai asas dlm pengelolaan dana ini,pd hal juknis secara jelas menyebutkannya. Inspektorat kabupaten,bahkan BPKP dan BPK perlu tanggapi kejadian ini sebagai bagian dari adanya indikasi penyimpangan pengelolaan dana BIS di sekolah-sekolah…