Wagub NTT Beri Perhatian pada KIB Bolok, Tekankan Pengelolaan Transparan dan Ramah Investasi

  • Whatsapp
Foto: dio ceunfin/humas

Kupang — Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma meninjau Kawasan Industri Bolok (KIB) di Desa Bolok dan Desa Kuenheum, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Kamis (8/1/2026). Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemprov NTT agar KIB Bolok dikelola secara transparan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Wagub disambut manajemen PT Kawasan Industri Bolok, di antaranya Komisaris Yohanes Oktovianus dan Direktur Toni Angtariksa Dima, serta didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT.

KIB Bolok merupakan kawasan industri strategis milik Pemprov NTT seluas sekitar 900 hektare, dengan 191 hektare telah bersertifikat hak kelola. Sejumlah perusahaan telah memanfaatkan kawasan ini, termasuk PLTU, PT Gulf Mangan Group, dan PT Dwi Sejati Timor Beton. Pengelolaan kawasan dilakukan oleh PT Kawasan Industri Bolok sebagai BUMD yang membuka peluang investasi domestik dan internasional.

Dalam arahannya, Johni Asadoma menegaskan bahwa pengembangan KIB Bolok harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), maupun pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Ia juga menyoroti keunggulan strategis KIB Bolok yang memiliki akses langsung ke laut, sehingga berpotensi mendukung ekspor-impor dan konektivitas logistik. Untuk itu, pemerintah daerah dan pengelola kawasan diminta proaktif melakukan promosi investasi, pembenahan fasilitas, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Ke depan, pengembangan KIB Bolok akan diperkuat dengan pembangunan fasilitas pendukung seperti reservoir air bersih, gudang siap pakai, serta integrasi dengan rencana New Kupang Port guna memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat industri dan logistik.

Pemprov NTT menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pengembangan KIB Bolok melalui regulasi yang kondusif dan dukungan infrastruktur.

“Investasi yang masuk ke KIB Bolok harus menciptakan dampak ganda bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi NTT secara berkelanjutan,” ujar Johni Asadoma. (*/gma)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *