PLN UIP Nusra Tanam 30.000 Pohon, Perkuat Rehabilitasi DAS Manni di Sumbawa

  • Whatsapp

Mataram – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melaksanakan program penanaman 30.000 pohon pada lahan seluas 66 hektare di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKM) Unter Gadung, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Manni.

Program tersebut menjadi wujud komitmen PLN dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya alam di wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan penanaman pohon ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Sumbawa Bidang Sumber Daya Aparatur dan Kemasyarakatan Rosmin Junaidi, jajaran manajemen PT PLN (Persero) UIP Nusra, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Siraddjudin, Kapolsek Rhee Ipda Romy Octovian Munir, perwakilan BPDAS Dodokan Moyosari Putu Arbawa, Camat Rhee Ikram Mubarak, Kepala Desa Rhee Syamsuddin, serta tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan masyarakat setempat.

Sebanyak 30.000 pohon yang ditanam terdiri atas tanaman produksi buah dan kayu. Selain berfungsi memulihkan kondisi ekologis kawasan DAS, jenis tanaman tersebut juga diharapkan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Program rehabilitasi DAS Manni ini bertujuan menjaga keseimbangan alam, mengamankan sumber daya air, serta meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

Di sisi lain, keberadaan vegetasi yang memadai juga berperan penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat Sumbawa.

Staf Ahli Bupati Sumbawa Bidang Sumber Daya Aparatur dan Kemasyarakatan, Rosmin Junaidi, mengapresiasi inisiatif PLN yang dinilai hadir secara nyata dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan daerah.

Menurut Rosmin, program penanaman pohon ini mencerminkan pendekatan pembangunan yang berpandangan jauh ke depan, di mana pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan pemulihan dan perlindungan lingkungan.

“Kawasan ini merupakan wilayah strategis yang menentukan kualitas air dan stabilitas lingkungan. Setiap pohon yang ditanam hari ini adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh anak dan cucu kita di masa mendatang,” ujarnya.

Rosmin menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa saat ini tengah menggalakkan Gerakan Sumbawa Menanam yang berada dalam payung besar Program Sumbawa Hijau Lestari. Program tersebut diarahkan untuk mendorong pertanian yang produktif sekaligus ramah lingkungan.

“Menjaga lingkungan tidak berarti mengorbankan pertumbuhan ekonomi. Justru dengan lingkungan yang lestari, pembangunan dapat berjalan lebih berkelanjutan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa sangat mendukung kolaborasi lintas sektor dalam upaya pelestarian lingkungan. Sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, masyarakat, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi lingkungan.

Selain memberikan manfaat ekologis secara fisik, program penanaman ini juga berkontribusi nyata terhadap upaya pengurangan emisi karbon. Mengacu pada Arbor Day Foundation USDA, rata-rata pohon dewasa mampu menyerap lebih dari 48 pon atau sekitar 21,7 kilogram karbon dioksida (CO₂) per tahun, sekaligus melepaskan oksigen ke atmosfer.

Dengan demikian, peran aktif masyarakat dalam menjaga dan merawat 30.000 pohon yang ditanam hingga tumbuh dewasa dan berbuah diperkirakan mampu menyerap sekitar 651 ton CO₂ per tahun, apabila pohon terpelihara dengan baik dan berkelanjutan.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra menegaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi DAS tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari keberlanjutan pemeliharaan serta keterlibatan aktif masyarakat.

“PLN menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa, BPDAS, jajaran kecamatan dan desa, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan rehabilitasi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui program ini, PLN berharap rehabilitasi DAS Manni dapat memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan hijau dan berwawasan lingkungan. (*/gma)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *