Kupang – Sejumlah warga di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, ramai-ramai mendatangi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk membeli bahan bakar minyak (BBM), Selasa (31/3/2026).
Antrean kendaraan terlihat di sejumlah SPBU, salah satunya di wilayah Kelurahan Naikoten, pada Selasa sore. Kepadatan ini dipicu isu kenaikan harga BBM subsidi yang beredar luas melalui media sosial. Dalam unggahan di media sosial, disebutkan harga BBM Subsidi naik pasca 31 Maret 2026.
Seorang pengendara motor yang mengantre mengaku sengaja mengisi BBM lebih awal sebagai langkah antisipasi. “Kabarnya BBM mau naik, jadi saya isi untuk persediaan kalau benar naik,” ujarnya.
Dalam unggahan yang beredar di media sosial, disebutkan harga Pertalite akan naik dari Rp10.000 menjadi Rp14.000 per liter mulai 1 April. Selain itu, Bio Solar dikabarkan naik dari Rp6.800 menjadi Rp9.500 per liter, sementara Pertamax disebut akan meningkat dari Rp13.000 menjadi Rp16.500 per liter.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah terkait kebenaran informasi tersebut. (gma)
Kupang – Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, memimpin Apel Kendaraan Dinas lintas Pemerintah Provinsi NTT…
Kupang - Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 4.536…
Kupang - Pemprov NTT bersama Pemerintah Pusat dan seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-NTT menggelar…
Manggarai -Kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur,…
Kupang - Antrean kendaraan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) masih terlihat di sejumlah Stasiun…
Ngada - Pengembangan panas bumi di wilayah Mataloko, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali…