YPA-MDR Gelar Pelatihan Perkuat Kualitas Guru di Kupang dan Rote Ndao

  • Whatsapp
Ilustrasi: Guru Mengajar/Foto: supriyadikaranganyar.wordpress.com

Kupang – Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim (YPA-MDR) secara konsisten berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Kupang dan Rote Ndao.

Organisasi nirlaba yang dibentuk secara khusus oleh PT Astra International Tbk itu memberikan program pembinaan unggulan seperti pelatihan manajemen sekolah, penyusunan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), penyusunan penelitian tindakan kelas (PTK), pembinaan Gasing, karakter, Guru Muda Garda Depan (GMGD), pelestarian seni budaya tenun, dan pemenuhan perangkat digitalisasi di sekolah.

Read More

YPA-MDR berkomitmen mendorong dan memfasilitasi guru di bidang penyusunan karya tulis ilmiah, penelitian pendidikan, dan karya inovasi pembelajaran.

“Selama tiga tahun terakhir, dihasilkan ratusan karya tulis ilmiah dari para guru binaan berupa PTK dan karya Inobel,” ujar Sekretaris Pengurus YPA-MDR, Wedijanto Widarso, dalam keterangan resmi, Sabtu (27/11).

Ia menyampaikan itu dalam seminar pendidikan yang bertajuk Implementasi Merdeka Belajar dalam Pembelajaran di Kelas dan dihadiri oleh Bupati Kupang Korinus Masneno.

Baca Juga :  ASN Meninggal akibat Covid-19, Dikuburkan di Baumata

Beberapa di antara guru itu memenangkan Lomba Inovasi Guru PT Astra International Tbk-Kemendikbudristek dan Lomba Inobel Guru di tingkat nasional yang diselenggarakan setiap tahun. Karya-karya tulis ilmiah ini ditindaklanjuti dengan penerbitan melalui media jurnal ilmiah yang dikelola bekerja sama dengan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di area Jawa dan Universitas Cendana (Undana) di area NTT.

Wedijanto berharap para guru akan terus menggali cara-cara inovatif dalam mengajar dengan mendayagunakan pengalaman di lingkungan mereka. Para peserta mendapatkan wawasan dan pengalaman baru untuk diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah masing-masing bila terdukung oleh fasilitas dan kesempatan yang baik. Di era milenium tuntutan pembelajaran terus berubah ke arah pembelajaran yang semakin variatif, kreatif, intensif, efektif, dan efisien.

“Para guru juga harus terus belajar untuk dapat memanfaatkan perangkat teknologi multimedia untuk dapat membangun pendidikan yang berwawasan global,” tuturnya.

Baca Juga :  Theresia Berjuang Penuhi Hak Pendidikan Anak-anak Sumba Tengah

Abad ke-21 merupakan abad digitalisasi sehingga kemampuan guru dalam mengaplikasikan teknologi digital dalam pembelajaran merupakan keharusan untuk dapat tetap eksis dalam pendidikan era milenium. Yayasan tersebut mengapresiasi atas dukungan jajaran pemerintah daerah dalam melakukan program-program pembinaan dan pendampingan, khususnya peningkatan mutu pembelajaran yang kreatif dan inovatif melalui berbagai kesempatan seperti forum seminar saat ini.

Ke depan diharapkan ada kolaborasi dan sinergi dalam pemberdayaan para guru untuk menjadi Guru Penggerak sehingga mengimbaskan pembinaan kepada sekolah-sekolah nonbinaan dan program Kampus Merdeka dalam upaya mewujudkan Merdeka Belajar di NTT.

Organisasi itu menjalankan pogram kontribusi sosial berkelanjutan khususnya meningkatkan mutu pendidikan di wilayah prasejahtera dan 4T (terdepan, terluar, tertinggal, dan terdalam) selaras dengan pilar Astra Untuk Indonesia Cerdas. Sejak berdiri hingga kini, YPA-MDR telah membina 111 sekolah dengan 1.622 guru dan 23.856 siswa yang tersebar pada 13 kabupaten di Lampung-Sumatra, Jawa, Kalimantan Tengah, hingga NTT. (mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *