Wartawan di Kupang Dibekali Ilmu Peliputan Perubahan Iklim

  • Whatsapp
Perubahan Ikllim/Foto: Gamaliel

Kupang–Puluhan wartawan dari berbagai media di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti workshop adaptasi perubahan iklim yang digelar selama dua hari mulai 14-15 September 2016.

Workshop ini untuk meningkatkan kapasitas media dan jurnalis dalam meliput isu perubahan iklim serta dampaknya bagi masyarakat pedesaan yang rentan dalam dalam sektor pertanian atau ketahanan pangan, air, dan mata pencaharian.

Read More

Kegiatan ini merupakan kerjasama United Nations Development Programme (UNDP) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Bappeda NTT, di bawah program Strategic Planning and Acton to strengthen climate resilience of Rural Communities (SPARC).

“SPARC akan membangun strategi bersama media massa dalam menyebarluaskan isu perubahan iklim dan dampakanya bagi masyarakat. Penyebarluasan isu perubahan iklim akan membantu masyarakat dan pemerintah dalam melakukan berbagai upaya mitigasi,”
kata Project Management Unit (PMU) SPARC Fransiska Sugi kepada wartawan di Kupang, Selasa (13/9).

Baca Juga :  Konservasi Tumbuhan, Kepedulian Etis terhadap Kepunahan Makhluk Hidup

Fransiska mengatakan program SPARC tersebut mendapat dukungan dana dari GEF/Spesial Climate Change Fund (GEF/SCCF) dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah NTT sebagai pelaksana program.

Dia mengatakan, fokus program tersebut pada penguatan dan pengembangan institusi dan masyarakat pedesaan yang tahan terhadap perubahan iklim yang meliputi penghidupan, ketahanan pangan, dan air.

Secara teknis, para wartawan akan mendapatkan sejumlah materi tentang kebijakan pemerintah dalam isu adaptasi perubahan iklim pada tingkat nasional dan provinsi. “Pihak KLHK, Bappeda NTT, Badan Linngkungan Hidup Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah NTT akan menyampaikan tentang isu adaptasi perubahan iklim tersebut,” katanya.

Sementara kajian akademis tentang dampak perubahan iklim bagi masyarakat rentan di pedesaan akan disampaikan oleh akademisi lingkungan dari Universitas Nusa Cendana
(Undana) Kupang.

Baca Juga :  Satpol PP Gusur 7 Rumah di Pinggir Kali Liliba

“Para peserta akan dilatih dan disegarkan kembali dengan teknik penulisan feature dan deskriptif serta strategi membuat isu perubahan iklim menjadi berita yang menarik akan dibawakan oleh jurnalis lingkungan Harry Surjadi,” katanya. Surjadi juga akan membawakan materi peran media dalam peningkatan kesadaran publik terhadap isu adaptasi perubahan iklim.

Fransiska menambahkan, SPARC terus mendukung pencapaian solusi jangka panjang berupa keterpaduan kebijakan, perencanaan, dan penganggaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

Program pencontohan SPARC, kata dia, sudah diadakan di 21 desa yang tersebar di Kabupaten Sabu Raijua, Sumba Timur, dan Manggarai. “Lebih dari 200 kelompok masyarakat didukung untuk peningkatan kapasitas adaptasi pada sektor pertanian subsiten, peningkatan infrastruktur dan tata kelola air,” ujarnya. (gma/mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *