Warga Keluhkan Fasilitas Cuci Tangan di Pasar Naikoten Tak Berfungsi

  • Whatsapp
Fasilitas Cuci Tangan Terbengkalai di Pasar Naikoten 1 Kupang/Foto: Salvhy

Kupang – Sejumlah fasilitas cuci tangan yang ditempatkan di Pasar Inpres Naikoten I, Kota Kupang sejak lama tidak berfungsi.

Pemerintah menempatkan fasilitas cuci tangan di pasar tradisional sejak pandemi covid-19, karena mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu cara mencegah penularan covid-19.

Namun, sesuai pantauan Rabu (22/3/2023), fasilitas tersebut terlihat rusak dan terbengkalai, seperti keran air mampet dan besi penyangga berkarat dan bengkok.

Tandon air juga terlihat berlumut, sampah berserakan dan tidak ada air bersih mengakibatkan para pengunjung dan pedagang pasar harus mencari tempat cuci tangan lain, atau bahkan mengabaikan kebersihan.

Rossa, seorang pengunjung pasar tersebut mempersoalkan kondisi tempat cuci tangan yang tidak berfungsi, padahal sangat dibutuhkan oleh warga pasar dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan..

“Yang saya persoalkan itu tempat cuci tangan yang sudah tersedia tapi tidak dirawat dan diperhatikan oleh pemerintah dan akhirnya fasilitas umum yang seharusnya dinikmati oleh warga kini malah menjadi pajangan saja,” ujarnya.

Arnold, salah satu pedagang ikan juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, pengunjung pasar juga mengeluh karena tempat cuci tangan dekat dengan lapak penjualan ikan, rusak.

“Ketika beli ikan, mereka selalu tanya kepada kami (penjual), tempat cuci tangan di mana? Saya binggung untuk jelaskan karna tempat cuci tangan sudah rusak. Kadang juga mereka lewat saja dan tidak membeli ikan,” ujarnya.

Biasanya konsumen yang akan membeli ikan, memilih sendiri ikan yang dijual pedagang kemudian mencuci tangan dengan air di tempat yang disediakan untuk membersihkan bau ikan di tangan. “Saya makhlum karena kita harus menjaga kebersihan tangan agar tidak terinfeksi bakteri,” tandas Arnold.

Keduana sama-sama berharap agar pemerintah segera membenahi fasilitas tersebut, sehingga tidak hanya menjadi pajangan di dalam pasar, tetapi dimanfaatkan oleh warga. (Salvy Moruk/Jurnalis Warga)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 comment