Wagub Johni Luncurkan Pangan Lestari, Serahkan Bantuan Traktor dan Pompa Air ke Petani TTS

  • Whatsapp

Soe – Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meluncurkan Program Pangan Lestari di Desa Oenali, Kecamatan Amanuban Barat, Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa (11/11/2025).

Program ini menjadi bagian dari rangkaian Konven II Kaum Bapak Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) yang digelar di Jemaat Immanuel Oenali.

Read More

Dalam kegiatan tersebut, Wagub Johni juga melakukan panen bersama hasil pertanian warga setempat yang dikelola oleh Yonri Sabuna, anggota jemaat yang sukses mengembangkan lahan produktif di tengah musim kemarau panjang.

Program ini mengoptimalkan enam sumur gali dan satu sumur bor untuk menopang pertanian berkelanjutan.

Dalam empat bulan, hasil panen mencapai 0,8 ton, dan meningkat menjadi satu ton pada masa tanam enam bulan, dengan produk utama berupa cabai, pecay, timun, dan selada.

“Inilah contoh nyata kemandirian pangan di desa. Ketika masyarakat mengelola air dan lahan dengan bijak, hasilnya dapat menopang kebutuhan keluarga sekaligus membantu menurunkan angka stunting,” ujar Johni Asadoma.

Wagub Johni juga menetapkan Yonri Sabuna sebagai fasilitator Pangan Lestari bagi Kaum Bapak GMIT, agar semangat dan pengetahuannya dapat diterapkan di jemaat dan desa lain di NTT.

Dalam sambutannya, Johni menegaskan pentingnya peran Kaum Bapak sebagai penggerak kemandirian pangan dan pembentuk keluarga sehat.

“Bapak-bapak harus mampu membangun keluarga yang sehat secara fisik, ekonomi, iman, dan intelektual. Dari rumah yang kuat, lahirlah masyarakat yang tangguh,” tegasnya.

Selain peluncuran Pangan Lestari, Wagub Johni juga meresmikan Lapangan Amtetus di lingkungan Jemaat Immanuel Oenali serta menyerahkan satu unit traktor roda dua dan pompa air dari Pemerintah Provinsi NTT kepada Kaum Bapak GMIT sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pemberdayaan masyarakat gerejawi.

Bupati TTS Eduard Markus Lioe yang turut hadir, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wagub dan program nyata yang mendorong kemandirian pangan di tingkat jemaat.

“Konven ini menjadi wadah penting bagi Kaum Bapak untuk memperkuat pelayanan dan sinergi dengan pemerintah. Kami berterima kasih atas perhatian Wagub dan Pemprov NTT bagi masyarakat TTS,” katanya.

Kegiatan Konven II Kaum Bapak GMIT ini juga diwarnai dengan khotbah dari Pdt. Petrus Tameno yang mengingatkan jemaat untuk tetap berkomitmen dalam pelayanan, serta suara gembala dari Wakil Ketua Sinode GMIT Pdt. Saneb Blegur yang menegaskan pentingnya peran kaum laki-laki sebagai teladan bagi keluarga dan jemaat. (*/gma)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *