Virus dari Tiongkok Telah Menyebar ke Jepang dan Thailand

  • Whatsapp
ILUSTRASI: Warga Jepang pakai masker untuk antisipasi penyebaran virus coronavirus (report.az)

Tiongkok–Sejumlah orang terinfeksi virus mirip SARS yang telah menewaskan dua orang di Wuhan, Tiongkok. Pada Jumat (17/1/2020), laporan resmi dari peneliti mengatakan ratusan orang telah terinfeksi di Tiongkok.

Berita terbaru, otoritas kesehatan Tiongkok mengatakan, Sabtu (18/1), bahwa mereka telah menemukan empat kasus baru pneumonia setelah muncul wabah penyakit yang diyakini sebagai strain dari coronavirus baru.

Empat orang yang diagnosis dengan gejala pneumonia pada Kamis (16/1) kini masih dalam kondisi stabil. Komisi Kesehatan Kota Wuhan telah memberi pernyataan pada malam harinya dan konfirmasi mengenai pasien tersebut diumumkan pada Sabtu (18/1).

Sebelumnya , otoritas Tiongkok mengatakan bahwa virus telah menginfeksi sedikitnya 41 orang di negara tersebut. Pusat wabah pertama kali menyebar dari pusat penjualan seafood di Kota Wuhan.

Tetapi sebuah surat kabar melaporkan pada Jumat (17/1) bahwa para peneliti bersama peneliti dari MRC Centre for Global Infectious Disease Analysis, Imperial College, London, Inggris mengatakan sejumlah orang terinfeksi virus dengan gejaja pneumonia bisa menginfeksi ribuan orang di dunia.

Baca Juga :  KBRI Yaman Dibom, 2 Staf Luka

Peneliti dari London, Inggris yang juga menjadi penasihat untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan virus tersebut diduga telah menginfeksi 1.723 orang di Wuhan hingga 12 Januari 2020.

Sebar ke negara lain

Peneliti juga menemukan kasus yang sama di luar Tiongkok yakni dua orang terinfeksi di Thailand dan satu orang di Jepang. Dua orang tersebut sebelumnya telah berkunjung ke Wuhan, Tiongkok. “Bagi Kota Wuhan yang telah mengekspor toga kasus ke negara lain berarti akan banyak kasus lain dari pada yang dilaporkan,” kata Professor Neil Ferguson, salah seorang dari ilmuwan yang memberi penjelasan kepada BBC.

Saya pada dasarnya sangat konsern dari pada satu pekan lalu. Tetapi masih terlalu dini untuk menjadi alarm,” kata Ferguson. “Masyarakat harus mempertimbangkan kemungkinan terjadi penularan antarmanusia yang lebih serus dari pada yang terjadi sekarang,” kata Ferguson yang kemungkinan penularan awal dari binatang.

Baca Juga :  Tenggelamnya Kapal Perth I Diperingati di Selat Sunda

Skrining di bandara

Dua orang dilaporkan telah meninggal akibat virus dengan serangan yang sama dengan virus yang satu famili dengan virus SARS yang sangat mematikan. Namun otoritas kesehatandi dunia masih memastikan dan menjelaskan kepada publik bahwa secara keseluruha tingkat infeksinya masih rendah.

Otoritas di Hong Kong telah melakukan tindakan deteksi dengan memeriksa suhu tubuh para pelancong yang datang dari wilayah daratan Tiongkok.

Otoritas Amerika Serikat (AS) pada Jumat (17/1) mengatakan pihaknya akan melakukan skrining penumpang yang datang dari Wuhan di Bandara San Francisco dan Bandara John F Kennedy, New York, AS, serta hal yang sama dilakukan Bandara Los Angeles, AS. (AFP/Aljaeera/Media Indonesia)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *