Viktor Laiskodat: Kalau Stunting Tidak Turun, Saya Pukul Bupati

  • Whatsapp
Gubernur NTT Viktor Laiskodat/Foto: Humas Pemprov NTT

Kupang – Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengajak wali kota dan para bupati harus bekerja maksimal untuk menurunkan angka stunting dan kemiskinan.

“Karena itu saya minta tolong, kalau rapat begini hebat, lalu stunting tidak turun-turun, urusan bunuh saya itu uruan lain, tetapi saya pukul duluan,” ujarnya saat berbicara pada acara Sosialisasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Percepatan Penurunan Stunting Indonesia (Pasti) di Hotel Aston Kupang, Jumat (4/3/202).

Read More


Untuk memukul bupati, Laiskodat mengaku sudah meminta izin Presiden Jokowi, dan presiden juga setuju.

Baca Juga :  Kapolres Kupang Positif Covid-19, Dinkes Tracing 39 Orang

“Saya mengajak kita semua untuk bekerja maksimal dalam “Saya minta izin umpamanya sudah tidak bisa diajar lagi, Saya pukul pak. Presiden jawabnya begini, ‘perlu itu’, kata Viktor Laiskodat.

Laiskodat mengatakan jika rapat penurunan stunting seperti yang digelar tersebut tidak mampu menurunkan angka stunting di daerah sangat disayangkan.

Untuk kegiatan sosialisasi yang digelar di hotel Aston, menghabiskan anggaran sekitar Rp200 juta dari Badan Koordinasi Keluarga Bencana Nasional (BKKBN) NTT.

Saat ini prevalensi stunting di 15 kabupaten di NTT di atas 30 pesen. Laiskodat mengatakan, stunting harus turun sampai 12% pada tahun depan. (*/gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *