Ungguli 850 Kandidat, Bank NTT Sabet Penghargaan Top CSR Award Bintang 4

  • Whatsapp
Kasubdiv Promosi Korporasi dan CSR Bank NTT Egbert E.D Balukh dan staf Divisi Corsec & Legal Monalisa Buifena mewakili Bank NTT Menerima Penghargaan Top CSR Award 2022 di Jakarta/Foto: dok Humas Bank NTT

Kupang – PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) berhasil meraih penghargaan bergensi Top CSR Award 2022 yang berlangsung di Raffles Hotel Jakarta, Rabu (30/3/2022).

Penghargaan ini diterima oleh Kasubdiv Promosi Korporasi dan CSR Bank NTT Egbert E.D Balukh dan staf Divisi Corsec & Legal Monalisa Buifena yang mewakili manajemen Bank NTT.

Read More


Kegiatan ini mengusung tema Being a Responsible Company is the Key Strategy for Business Sustainable Growth (Menjadi Perusahaan yang bertanggungjawab, merupakan kunci strategi untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan). Bank NTT dinyatakan layak menyandang predikat ini karena berhasil menjalankan program CSR.

Penghargaan Top CSR Award 2022 diselenggarakan oleh Majalah Top Business diikuti 850 perusahaan top dari seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, 200 perusahaan mengikuti penilaian dan 160 perusahaan mengikuti secara lengkap.

“Jumlah ini meningkat 10% dibanding tahun lalu yang sebanyak 145 perusahaan,” kata Ketua Penyelenggara TOP CSR Awards 2022, M. Lutfi Handayani, yang juga Pemimpin Redaksi Majalah Top Business.

Bank NTT meraih penghargaan ini karena sistem, kebijakan dan pelaksanaan oleh bank ini berada pada level sangat baik dan mendukung strategi bisnis perusahaan baik dimasa pandemi Covid-19, maupun untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Kegiatan Top CSR Awards merupakan kegiatan penilaian dan pemberian penghargaan bidang CSR yang tertinggi, dan yang terbesar dan paling membanggakan di Indonesia, yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia, yang dinilai berhasil dalam menjalankan program CSR/ TJSL/Community Development, yang efektif dan berkualitas.

Top CSR Awards bukan sekadar kegiatan penilaian dan pemberian perhargaan semata, melainkan di dalamnya ada banyak proses pembelajaran bersama untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas CSR perusahaan.

Contohnya, adanya sesi nilai tambah dalam kegiatan wawancara penjurian, yang terus dibudayakan. “Di dalam sesi nilai tambah ini, Dewan Juri memberikan masukan dan saran-saran perbaikan kepada para peserta, untuk meningkatkan kualitas CSR perusahaan, ke depan,” papar Lutfi.

Kelebihan Top CSR Awads

Baca Juga :  Pelni Jual Tiga Kapal untuk Tekan Kerugian

Lufti juga merinci kelebihan Top CSR Award yakni: Pertama, kegiatan award-award CSR yang lain, fokus penilaiannya hanya pada aspek comply terhadap ISO 26000/aspek lingkungan saja. Sedangkan penilaian Top CSR Awards 2022 lebih lengkap. Tidak hanya sekadar comply terhadap ketentuan ISO 26000 dan aspek lingkungan, tapi juga memperhatikan aspek CSV (Creating Shared Value), dan keselarasan CSR untuk mendukung bisnis perusahaan agar tumbuh berkelanjutan.

Kedua, di dalam Top CSR Awards 2022, ada kategori khusus yang terkait dengan 5 Visi Presiden RI 2019-2024, ini menunjukkan bahwa CSR perusahaan seharusnya tidak saja selaras dengan strategi bisnis perusahaan, namun juga bisa sejalan dengan program dan kebijakan Pemerintah. Sehingga sinergi CSR antar-perusahaan maupun sinergi CSR perusahaan dengan Pemerintah, perlu dijalankan dengan baik.

Ketiga, penilaian dalam Top CSR Awards 2022, tidak hanya melibatkan pakar dan konsultan CSR saja. Tetapi juga menyertakan konsultan dan asosiasi bisnis, serta menimbang tata kelola perusahaan, termasuk dari pasar modal dan lembaga pembiayaan. Sehingga keberhasilan CSR, dapat dinilai dan dilihat lebih komprehensif, dari sudut pandang (bisnis) yang lebih luas.

Sekitar seminggu sebelum acara puncak Top CSR Awards 2022, dilaksanakan pula Webinar Top CSR Awards 2022, dengan mengangkat tema Adopsi ISO 26000 SR dalam Kebijakan dan Implementasi CSR. Pembicaranya dari para pakar CSR di Indonesia dan ada sharing dari para kandidat pemenang Top CSR Awards 2022.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Hidup dan Kehutanan, Sigit Reliantoro dalam sambutannya menyebutkan, konsep community development yang dilakukan perusahaan-perusahaan, banyak yang sudah memproteksi ekosistem.

Kriteria Penilaian

Ketua Dewan Juri Top CSR Awards 2022,Mas Achmad Daniri, menjelaskan proses penilaian dan penjurian Top CSR Awards 2022. Kategori penghargaan Top CSR Awards 2022 untuk perusahaan/organisasi, diklasifikasikan dalam lima tingkatan Level Bintang, yang dinilai berdasarkan sejumlah kriteria.

Pertama, adalah bagaimana tingkat Keselarasan CSR dengan strategi bisnis melalui pendekatan CSV (Creating Shared Value). Kedua, adalah bentuk program CSR unggulan di masa Covid-19. Hal ini menjadi penting, agar keberadaan CSR, terus berperan untuk mendorong perusahaan keluar dari situasi sulit seperti saat ini.

Ketiga, sejauh mana CSR perusahaan sudah mengadopsi ISO 26000 tentang TJSL. Keempat, adalah bagaimana kebijakan dan sistem tata kelola CSR serta Kelima, adalah perumusan dan pelaksanaan kebijakan bisnis dan CSR perusahaan secara win-win, melalui penciptaan nilai manfaat bersama termasuk manfaat terhadap keberlanjutan bisnis perusahaan.

Baca Juga :  Bank NTT Support 1.000 Desa Bambu yang Dibangun Pemerintah

Dalam penilaian pun, Dewan Juri mempertimbangkan dampak CSR kepada multi stakeholders. “Namun, Dewan Juri tidak membedakan jenis sektor usaha, dan tidak membedakan apakah CSR diimplementasikan karena keharusan dari suatu regulasi atau atas inisiatif perusahaan. Jadi, yang dipertimbangkan Dewan Juri adalah sejauh mana CSR perusahaan, dapat memenuhi lima kriteria utama yang ditetapkan,”Daniri menjelaskan.

Temuan Penting

Beberapa temuan penting selama proses penilaian dan penjurian Top CSR Awards 2022 yakni:

Pertama, secara umum, sudah semakin banyak program CSR perusahaan-perusahaan yang selaras dengan strategi bisnis perusahaan. Oleh karena itu program pembangunan Pemerintah (pusat dan daerah) dan pihak swasta pelaku bisnis serta inisiatif dari unsur masyarakat setempat, perlu dikolaborasikan dalam memaksimalkan manfaat secara total. Sehingga akan tersedia peluang untuk menciptakan manfaat bersama bagi masyarakat setempat, perusahaan dan stakeholder, termasuk Pemerintah.

Kedua, sebagian besar perusahaan sudah banyak menjalankan CSR, yang tidak hanya berfokus pada pengembangan dan pelibatan masyarakat (community involvement and development) saja, namun juga implementasi CSR yang selaras dan relevan dengan tujuh subyek inti ISO 26000.

Ketiga, sebagian perusahaan sudah mulai menjalankan CSR dengan pendekatan Creating Shared Value (CSV), agar para stakeholder, baik internal maupun ekstenal perusahaan, dapat memperoleh manfaat dan tumbuh berkembang secara bersama-sama.

Sejumlah perusahaan yang juga meraih penghargaan antara lain MMS Group Indonesia, Multi Harapan Utama; Kideco Jaya Agung; Geo Dipa Energi, Yayasan BSM Umat, Indonesia Power; Borneo Indobara; Chandra Asri Petrochemical; Bank BRI, Len Industri, MNC Group, Bank Jatim, Kaltim Prima Coal, dan Aice Group.

Selanjutnya, Sasa Inti, Suntory Garuda Beverage, Danareksa, Sharp Electronics Indonesia, Pupuk Kaltim, Hero Supermarket, Sucofindo; Asuransi Sinarmas, dan Asmin Bara Bronang, Solusi Bangun Indonesia, Petro Kimia Gresik, Bank Mandiri, Perusahaan Gas Negara, Lembaga Penjamin Simpanan, Taspen, Bank Sumsel Babel, Jasa Sarana, Bank BCA, Astra Internasional, dan Badak NGL. (*/Humas Bank NTT)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *