Uang Deposito Rp3 Miliar Raib, Nasabah Laporkan Bank Bukopin ke Polda NTT

  • Whatsapp
Nasabah Rabeka Adu Tadak bersama kuasa hukum melaporkan bank bukopin ke Polda NTT, Selasa (7/7). Foto: lintasntt.com

Kupang – Seorang nasabah melaporkan Bank Bukopin Cabang Kupang ke Ditreskimsus Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) karena uang depositonya sebesar Rp3 miliar di bank tersebut raib.

Laporan disampaikan nasabah bernama Rabeka Adu Tadak, 58, warga RT 10/RW 003, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Selasa (7/7). Kuasa Hukum Rabeka Adu Tadak, Mikhael Feka mengatakan uang kliennya diketahui raib sejak 27 November 2019.

“Ketika itu klain saya datang mengecek uangnya di Bank Bukopin, namun pihak bank tidak memberikan jawaban yang pasti terkait uang tersebut,” ujarnya kepada wartawan.

Selanjutnya, pihak keluarga dari nasabah, datang ke Bank Bukopin. Namun, tambah Dia, pihak bank tidak mau bertemu dan tidak ada pemberitahuan tentang kejelasan terkait masalah hilangnya uang itu sampai saat ini.

Baca Juga :  Menteri Agama Minta Ulama Pelaku Film Porno Dihukum

Informasi yang nasabah terima, menurut Mikhael Feka, uang kliennya telah ditransfer ke rekening milik sebuah perusahaan bernama PT Mahkota Properti Indo Permata di salah satu bank swasat. Padahal Rabeka Adu Tadak tidak tidak memiliki hubungan dengan perusahaan tersebut. “Tidak ada hubungan apapun antara klien saya dengan PT Mahkota Properti Indonesia,” tegas Mikhael.

Di tempat terpisah, Manager Operasional Bank Bukopin Cabang Kupang, Giyatmo mengatakan pernah ada nasabah mengajukan komplain ke bank. “Kami belum terima laporan sehingga belum bisa memberikan keterangan,” katanya.

Manager Operasional Bank Bukopin Cabang Kupang, Giyatmo (kiri) dan Branch Sales Manager Bank Bukopin Soe, Dony Fancius (kanan). Foto: dok lintas

Dia juga mengakui ada nasabah yang pernah melakukan negosiasi terkait deposito.”Tetapi kami ngak bisa sebutin berapa nominalnya,” kata Giyatmo.

Baca Juga :  Anggota DPRD NTT Laporkan Dugaan Proyek Siluman ke Jaksa

Saat memberikan keterangan kepada wartawan, ada juga Dony Fancius, Branch Sales Manager Bank Bukopin Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Menurutnya, jika polisi mengirim surat pemberitahuan atau surat panggilan ke bank untuk meminta penjelasan terkait dengan apapun, pasti akan dipenuhi.

“Saat ini kami tidak bisa berkomentar lebih karena ngak tahu lapor apa. Kalau kami sudah dengar, sudah baca dan sudah tahu, baru kita bisa sampaikan,” tambah Dony Fancius. (*/gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *