TWAL Riung 17 Pulau Berpotensi jadi Wisata Super Prioritas

  • Whatsapp
Speed boat melintas di dekat pulau di kawasan wisata Riung 17 Pulau, Kamis 17 Desember 2020/Foto" lintasntt.com

Riung – Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Riung 17 Pulau di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa didorong menjadi wisata super prioritas seperti Labuan Bajo di Manggarai Barat.

Sekretaris Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHKK) Tandya Tjahjana menyebutkan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Riung 17 Pulau bisa dikembangkan menjadi super prioritas kedua di Nusa Tenggara Timur setelah Labuan Bajo.

Lantaran lokasi wisata di Kabupaten Ngada ini memiliki kesamaan dengan Taman Nasional Komodo. Bahkan, beberapa spot di lokasi itu tidak ada di Labun Bajo seperti spot 400 ribu kelelawar di Pulau Kelelawar, serta habitat komodo berukuran kecil.

Baca Juga :  Pius Rengka: Pembangunan Pariwisata NTT Tidak Fokus

“Keindahakan alam dan kekayaan hyati yang sangat tinggi di Riung 17 Pulau merupaka modal dasar di dalam pengembangan wisata alam, wisata super prioritas di NTT. Kita galakan menjadi wisata super prioritas,” katanya saat menyampaikan sambutan di Desa Nangamese, Riung, Kabupaten Ngada sebelum bertolak ke lokasi wisata Riung 17 Pulau, Rabu (16/12).

Jika nantinya jadi wisata super prioritas, ia yakin akan terjadi peningkatan ekonomi di wilayah itu. Apalagi lokasi berdekatan dengan Labun Bajo.

Namun, untuk saat ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT mulai menyiapkan spot khusus bagi masyarakat setempat untuk budidaya rumput laut, teripang dan lobster.

Pada kesempatan pertemuan bersama warga di Riung, Kepala BBKSDA NTT Timbul Batubara menandatangani surat kesepakatan bersama kelompok budidaya rumput laut dan teripang untuk memanfaatkan spot di dalam kawasan tersebut. Hal itu bertujuan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat di tengah pandemi covid-19.

Baca Juga :  Daging Se'i dari Rote Masuk Anugerah Pesona Indonesia 2017

Abdurahman Melang, petani rumput laut di Riung mengatakan ia bersama 20 anggota kelompoknya membutuhkan modal sekitar Rp20 juta untuk budidaya rumput laut, sehingga dengan bantuan dari BBKSDA, ia yakin seluruh petani rumput laut di Riung akan kembali bekerja dengan tenang. (sumber: media indonesia)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *