TTU Turunkan Angka Kemiskinan Dengan ‘Sari Tani’

  • Whatsapp
Bupati Raymundus Fernandez/Foto: ttukab.go

Kupang: Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur berupaya menurunkan angka kemisikinan di daerah setempat melalui program “Sari Tani” (Desa Mandiri Cinta Petani) yang dimulai sejak tahun 2012.

“Di tahun 2010 jumlah keluarga miskin di TTU sebesar 65,62 persen atau sebanyak 31.375 kepala keluarga sementara pada tahun 2014 prosentase kemiskinan turun menjadi 34,10 persen,” kata Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes saat dihubungi dari Kupang, Kamis (9/2/2017).

Read More

Menurut bupati dua periode itu, penurunan angka kemisikinan di daerahnya tidak terlepas dari sentuhan program “Sari Tani” yang dimulai sejak tahun 2012.

Baca Juga :  BI NTT Musnahkan Rp2 Triliun Uang Lusuh

Dia mengatakan, dalam program tersebut, setiap kelompok petani diberdayakan untuk mengelolah bantuan modal usaha sebesar Rp300 juta per desa.

“Uang tersebut dikelola secara berkelompok untuk mengembangkan sektor usaha produktif kelompok-kelompok petani,” katanya.

Dia mengatakan, sebelumnya, usaha ekonomi para petani setempat tidak berkembang baik karena masih terkendala modal.

Sementara itu, untuk bisa mengakses bantuan modal dari perbankan harus memenuhi persyarakat berupa agunan atau jaminan.

“Masyarakat kami memang memiliki tanah untuk dijadikan agunan namun persoalannya masih banyak tanah yang belum bersertifikat,” katanya pula.

Dalam keterbatasan akses itulah, lanjutnya, pemerintahan menghadirkan kebijakan “Sari Tani” untuk bantuan modal kelompok petani mencapai Rp300 juta per desa yang dikucurkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga :  PDIP NTT Berpeluang Usung Raymundus-Tagu Dedo

Bupati Raimundus menjelaskan, program “Sari Tani” tersebut dipadukan dengan Padat Karya Pangan (PKP) dalam sebuah gerakan bersama yang disebut gerakan Cinta Petani.

Dalam gerakan tersebut, para petani diwajibkan memperluas lahan tanam setiap tahun seluas 25 are dan secara bertahap mencapai 125 are setiap lima tahun.

“Para petani wajib memperluas lahan tanaman sehingga bisa mendapatkan bantuan beras rakyat miskin dari pemerintah,” katanya.

Dia mengaku, pihaknya optimistis, program “Sari Tani” tersebut akan mampu menurunkan angka kemiskinan dengan target di bawah 10 persen pada tahun 2021.

“Upaya pengurangan angka kemiskinan ini juga sejalan dengan program pembangunan ribuan rumah layak huni yang mulai direalisasikan dalam tahun ini,” demikian Raymundus Sau Fernandes. (antara)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *