Transpuan Maumere Gelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih

  • Whatsapp
Foto: dok Fajar Sikka

Maumere – Transpuan Maumere, Kabupaten Sikka, NTT menginisiasi upacara pengibaran bendera Merah Putih pada Peringatan ke-75 HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8) pagi.

Upacara digelar di Lapangan Karya Misi, Maumere dihadiri kelompok marginal dengan mengenakan pakaian adat daerah setempat. Peserta upacara juga menerapkan protokol kesehatan antara lain mengenakan masker dan menjaga jarak aman minimal satu meter.

Read More


“Pengibaran Merah Putih ini diikuti juga oleh keluarga dan kelompok minoritas lainya, mama-mama janda dan keluarga dari transpuan,” kata Ketua Fajar Sikka, Hendrika Mayora Victoria lewat keterangan tertulis.

Baca Juga :  Kasus Aktif Covid-19 NTT Turun 2,52 Persen

Fajar Sikka adalah organisasi transpuan yang berdiri di Maumere sjak 2018, merupakan wadah bagi kelompok marjinal seperti orang dengan keragaman gender, perempuan, janda dan disabilitas.

Menurut Henderika, pengibaran Merah Putih pernah dilakukan transpuan di sejumlah wilayah Indonesia. Namun, baru kali ini penyelenggaranya kelompok transpuan.

Kegiatan pengibaran bendera pada peringatan HUT ke-75 RI dilaksanakan di Maumere, tak lepas dari kota ini yang ramah terhadap perbedaan. Saat ini, kelompok transpuan di Fajar Sikka dapat menjalani hidup dan kehidupan dengan cara berinklusi dengan masyarakat.

“Maumere telah menjadi kota yang aman dan ramah terhadap transpuan, di mana transpuan dilibatkan dalam kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan dan membantu kelompok marjinal untuk mandiri secara ekonomi,” katanya.

Baca Juga :  Daftar Lengkap Kelurahan Zona Hijau, Merah, Oranye dan Kuning di Kota Kupang

Dia menyebutkan, seluruh wilayah di Indonesia tidak mendapat tempat seperti transpuan Maumera.
Di sejumlah daerah lain, misalnya, masih terdapat aksi diskriminasi dan kekerasan terhadap kelompok marjinal ini.

“Kami berharap masyarakat maupun pemerintah tidak melihat transpuan dengan sebelah mata. Bahwa kami, di mana pun, transpuan tetap memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan yang lainnya,” kata Mayora. (rilis)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *