TPDI Desak KPK Telusuri Elit PDIP Terkait Komjen BG

  • Whatsapp
Komjen Budi Gunawan
Komjen Budi Gunawan

Kupang—Koordinator Tim Penegak Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus, SH mendesak KPK mengembangkan dan penyelidikan dan penyidikan ke sejumlah kader PDIP terkait transaksi keuangan mencurigakan.

Dalam rilisnya yang diterima Lintasntt.com Rabu, (21/1) malam, Petrus mengatakan, pendalaman oleh KPK penting dilakukan lantaran kedekatan Komjen Budi Gunawan (BG) dengan Ketua Umum DPP PDIP dan Kader PDIP lainnya antara lain Pimpinan Fraksi PDIP dan Pimpinan Komisi III DPR yang merupakan kader PDIP.

Kedekatan itu dalam bingkai kekuasaan sehingga saling memanfaatkan satu sama lain yang sulit dilepaskan atau ditiadakan.

“Sikap ngotot sejumlah kader PDIP di Komisi III DPR-RI maupun dari Teuku Umar mendesak Presiden Jokowi agar melantik Komjen BG dalam posisi sudah tersangka Korupsi, menjadi bukti hubungan kedekatan secara emosional dengan PDIP terjalin sampai saat ini,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Rote Ndao Praperadilkan Kejagung

Kedekatan Komjen BG dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan kader-kader PDIP ketika BG menjadi ajudan Megawati Soekarnoputri ketika menjadi Wapres dan Presiden RI periode 1999 -2004.

Itu pasalnya, kata Dia, TPDI mendukung dan mendesak KPK agar menyelidiki keterkaitan hungan Komjen BG dengan sejumlah kader elite PDIP dengan transaski keuangan mencurigakan.

Tidak hanya itu. Petrus juga mengatakan, KPK juga harus bekerja keras menyelidiki lonjakan kekayaan kader-kader elit PDIP terutama yang menempati posisi strategis di Komisi III DPR RI.

“Sekarang baru nama TP yang disebut oleh ICW, bisa jadi yang lainnya juga akan muncul bahkan dengan angka transaksi yang mencengangkan,” ujar Petrus.

Ditambahkan Petrus, KPK juga harus mencermati fenomena dimana Komisi III DPR-RI kompak mendukung Komjen BG sekalipun telah berstatus tersangka. “Ini menjadi tidak lazim karena biasanya Komisi III selalu ramai soal korupsi ko sekali ini terbalik, ini ada apa. Apakah ada transaksi dibalik itu, silahkan KPK telusuri,” katanya.

Baca Juga :  Kejati NTT Tahan Empat Pegawai Kemenpupera

Menurut Petrus, sebagaimana sering dikatakan bahwa PDIP belum bisa melepaskan diri dari kultur korup yang banyak di kelilingi oleh para kader.

“Benalu-benalu yang menjadikan Partai PDIP sebagai lahan empuk mencari makan, lahan empuk menjualbelikan jabatan publik melalui fit and propertes di DPR dan sebagainya. Kultur jual beli jabatan empuk melalui fit and proper test di DPR selama ini menjadi salah satu sumber keuangan partai dan kader-kader benalu di PDIP yang sudah saatnya harus ditinggalkan,” kata Petrus. (LBT)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *