TNC-Dinas Pariwisata NTT Kembangkan Wisata Paus di Laut Sawu

  • Whatsapp
Penyelam Berenang Bersama Paus/Foto dari Kulitinta.

Kupang–The Nature Conservancy (TNC) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang mengembangkan wisata paus di Laut Sawu.

Selama ini Laut Sawu menjadi atraksi wisata paus yang menjanjikan di masa depan, namun wisata paus belum banyak dikembangkan di perairan Indonesia.

Pengembangan wisata paus dilakukan di Laut Sawu dengan fokus ke tiga kawasan yaitu Solor-Lewotobi di Kabupaten Florest Timur, Ile Ape-Lamalera di Kabupaten Lembata dan Paket Alor-Pantar di Kabupaten Alor.

Selain menawarkan pengamatan paus secara langsung, wisata ini juga rencananya akan dikombinasikan dengan budaya, aspek kelautan, reliji dan wisata alam.

Pemerintah provinsi NTT menyambut baik inisiatif pengembangan wisata ini karena diharapkan mampu mendongkrak pendapatan masyarakat dan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Sambut Hari Menanam Pohon Sedunia, PLN Tanam 22.000 Mangrove

Laut Sawu merupakan koridor migrasi bagi paus dan lumba-lumba. Hasil survei REA (Rapid Ecological Assessment) yang dilakukan TNC di tahun 2013 mengidentifikasi sedikitnya 10 mamalia laut termasuk 14 spesies paus, 7 spesies lumba-lumba dan 1 spesies duyung.

Wisata paus dan lumba-lumba merupakan industri wisata maritim yang sedang berkembang pesat dan telah dikembangkan di 90 negara. Secara global, wisata ini berhasil menangguk keuntungan hingga 1,4 trilyun rupiah.

Di Indonesia, aktivitas ini relatif baru meskipun sebenarnya bisa dikembangkan di wilayah-wilayah seperti Sunda Kecil, Laut Banda, dan Raja Ampat.

“Di Laut Sawu, paus berkembang biak sehingga cocok dikembangkan jadi wisata menonton paus,” kata Kepala DInas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Marianus Jelamu. (gma/tnc)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *