Tinggi Gelombang 3 Meter, Pelayaran di NTT Lumpuh

  • Whatsapp
Ilustrasi-Gelombang Tinggi di pesisir Pantai LLBK Kupang/Foto: Gamaliel

Kupang – PT ASDP Indonesia Fery Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (28/1/2021) menghentikan sementara operasional kapal akibat gelombang tinggi dan angin kencang di perairan.

Tinggi gelombang berkisar antara 2,5-3 meter, dan berpotensi naik menjadi 4-6 meter hingga 31 Januari 2021, dan kecepatan angin mencapai 30 knot per jam dan berpotensi mencapai 40 knot per jam pada 31 Januari di perairan utara Flores.

Read More

“Semua rute tidak beroperasi,” kata Manager Operasional PT ASDP Indonesia Fery Cabang Kupang, Hermin Welkis saat dihubungi lewat telepon.

Baca Juga :  Hujan Badai Landa NTT, Kapal Fery Tidak Berlayar

Semua armada yang tidak berlayar sandar di Pelabuhan Penyeberangan Bolok Kupang, termasuk Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Ile Labalekan yang dua hari sebelumnya tertahan di pelabuhan di Pulau, sudah kembali ke Kupang. Kapal meninggalkan pelabuhan pada pukul 02.00 dini hari. “Kapal sudah tiba di Kupang,” tambah Hermin Welkis.

Selain kapal penumpang, cuaca buruk juga berdampak terhadap operasional kapal nelayan. Ratusan kapal nelayan di Oeba, Kelurahan Fatubesi, Kota Kupang juga tdak melaut.

Sejumlah nelayan nekat berlayar sejak Rabu (27/1) malam, pulang tanpa membawa hasil tangkapan. “Tidak ada hasil karena gelombang sangat tinggi, padahal sudah berlayar dari semalam,” kata Nurdin, nelayan setempat.

Sesuai pantauan, perahu nelayan yang tidak melaut, berlabuh di kolam tempat pelelangan ikan (TPI) menunggu hingga cuaca kembali normal sebelum kembali beroperasi.

Baca Juga :  Kamis, 13 Pesawat Batal Terbang karena Cuaca Buruk

Di tempat terpisah, Prakirawan Stasiun Maritim Tenau Kupang Dini Pertiwi mengingatkan tinggi gelombang di perairan akan terus bertambah mulai 28-31 Januari pukul 20.00 Wita. (mi/gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *