Tidak Bangun Semau, Gubernur NTT: Bupati-Wakil Bupati Kupang Tipikal Orang Miskin

  • Whatsapp
Pulau Semau dan Wilayah Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang di Pulau Timor difoto dari pesawat/Foto: lintasntt.com

Kupang – Gubernur NTT Viktor Laiskodat menyingung pembangunan di Pulau Semau yang terkesan tidak masuk dalam desain program bupati dan wakil bupati Kabupaten Kupang.

Gubernur mencontohkan infrastruktur jalan di Semau sudah ada sejak puluhan tahun, sampai saat ini tidak pernah berubah. Karena itu, tambahnya, ruas jalan di Semau dibangun oleh Pemerintah Provinsi.

Read More

“Jalan di sana saya bangun, kita lupakan Kabupaten Kupang karena mereka tidak tertarik itu pulau, kalau mereka sepakat, pasti mereka punya desain juga,” katanya saat memberikan sambutan pada acara peresmian Dermga II Bolok dan Pengoperasian KMP Jatra 1, KMP Namparnos, Rabu (10/20213). Kegiatan itu juga dihadiri Wakil Bupati Kupang Jery Manafe.

Baca Juga :  Rencana Pulau Semau Gabung ke Kota Kupang Mulai Dikaji

Menurut Laiskodat, pemimpin yang tidak melihat persoalan yang dihadapi masyarakat seperti di Semau tersebut, tidak mau menjadi kaya. “Memang Kabupaten Kupang itu bupati dan wakil bupati wakil memang tipikal orang miskin,” ujarnya.

Laiskodat juga menyinggung pembangunan infrastruktur di Amfoang yang selama puluhan tahun juga tidak pernah dibangun. “Gubernur membangun jalan kabupaten 50 kilometer di Amfoang,” jelasnya. “Jalan di Amfoang sejak Indonesia merdeka sampai saya jadi gubernur belum pernah dibangun,” tambahnya.

Soal pembangunan Observatorium di Gunung Timau, Amfoang, Laiskodat menilai pemerintah Kabupaten Kupang tidak menangkap peluang seperti membangun akomodasi untuk pekerja yang datang atau warga yang akan berwisata. “Harusnya lobi ke pusat, pak saya yang bangun akomodasinya,” ujarnya.

Baca Juga :  Lantamal VII Sosialisasi Penerimaan Calon Prajurit

“Saya mau tanya pak Jery sebagai wakil bupati, sudah pikir akomodasi di situ atau tidak,” tanya Laiskodat. Wakil Bupati Kupang Jery Manafe langsung menjawab, ‘Belum ada’. “Itulah tipikal orang miskin itu,” tambah Laiskodat. (gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *