Terdampak Abrasi, PLN Bantu Revitalisasi Ekosistem Manggrove di Pantai Walakiri

  • Whatsapp
PLN Bantu Revitalisasi Ekosistem Manggrove di Pantai Walakiri/Foto: PLN

Sumba – Pohon Bakau atau Mangrove di Pantai Walakiri merupakan salah satu pesona destinasi wisata Pulau Sumba dengan keunikan Bakau menarinya yang telah diakui dunia namun terus mengalami pengikisan oleh air laut.Hal ini menyebakan sebagian area yang awalnya ditumbuhi bakau kini menjadi area tanpa bakau.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumba Timur, Ida Bagus Putu Puniya  mengatakan, Manggrove Walakiri memiliki fungsi Ekosistem dan Pariwisata. Fungsi wisata ini seperti bakau menari perlu dilindungi dengan rekayasa dimana seperti kegiatan kali ini adalah Revitalisasi Mangrove Pantai Walakiri. Rekayasa yang dilakukan dengan membuat kotak/ring penahan arus laut sehingga tidak tumbang terkikis abrasi akibat gelombang laut.

Read More

Penanaman mangrove ini selain bertujuan untuk merehabilitasi kawasan pesisir, juga sebagai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sesuai arahan dari Presiden Jokowi. Bantuan PEN ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam rehabilitasi ekosistem pesisir dan pengelolaan sumber daya ekosistem pesisir berkelanjutan, dalam hal ini berupa penanaman mangrove.

Hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat fisik, ekologi dan ekonomi. Manfaat fisik mangrove meliputi sedimentasi, abrasi, perlindungan dari intrusi air laut, penyangga terhadap badai dan angin bermuatan garam, dan pengurangan emisi karbon.

Dari segi ekologi, hutan mangrove berfungsi sebagai habitat, tempat berlindung, dan sumber makanan bagi biota dan spesies laut di kawasan tersebut. Hutan mangrove, di sisi lain, secara ekonomi berfungsi sebagai tempat rekreasi bagi wisatawan, bahan baku untuk bangunan dan kayu bakar, dan mata pencaharian bagi nelayan untuk menangkap ikan, udang, dan kepiting.

Penanaman mangrove sendiri selain sebagai upaya mempertahankan keberadaan ekosistem pesisir dari kerusakan, juga sebagai upaya Pemerintah dalam memulihkan kembali kawasan pesisir yang rusak. Adapun revitalisasi mangrove bertujuan untuk pemulihan ekosistem mangrove di kawasan Pantai Walakiri.

“Konsep Revitalisasi terhadap manggrove walikiri kali ini berfokus pada penanaman dan penyelamatan. Mengingat area bakau walakiri merupakan area yang terus menerus dikikis gelombang air laut. Aksi Penanaman dan penyelamatan ini diharapkan dapat memulihkan atau memperbaiki kualitas serta mempertahankan area mangrove pantai, kegiatan ini juga diharapkan dapat mengembalikan fungsi dan manfaat hutan mangrove baik secara fisik, ekologis dan ekonomis. Dengan adanya kegiatan penanaman ini masyarakat diharapkan untuk ikut serta dalam menjaga ekosistem mangrove di kawasan pesisir pantai Walakiri,” kata Manager PT PLN (Persero) UP3 Sumba, Blasius Gani saat menyampaikan sambutan.

Dixon Djara Manu, Ketua kelompok Peduli Lingkungan juga menyampaikan “Terimakasih kepada PLN Peduli yang telah membangkitkan semangat kami dalam membangun tempat pariwisata bakau menari di walakiri.” ucapnya

Penanaman dan Penyelamatan manggrove ini mencakup 1000 manggrove dengan pembuatan ring yang mengelilingi mangrove sebagai penghalang abrasi gelombang pantai.

Senada dengan hal yang sama, Abner Liwar selaku Pendamping dari Konsorsium Siap Siaga menyampaikan Manggrove menari dulunya amatlah banyak tapi karena terkikis gelombang kini mulai menghilang, terima kasih bagi PLN Peduli dalam memberikan bantuan dalam Penanaman dan Penyelamatan mangrove di sini.

Esau Dida ketua kelompok Sadar Wisata, “Kami sangat berterimakasih atas bantuannya dan kami siap bekerja mendukung apa yang telah menjadi niat baik PLN Peduli” katanya. (*/pln)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.