Telkomsel Bangun BTS USO 4G dan 75 Paket Tenaga Surya di Wairara Sumba Timur

  • Whatsapp
BTS USO 4G di Desa Wairara, Sumba Timur/Foto: Telkomsel

Sumba Timur – Telkomsel telah membangun satu unit BTS USO berteknologi terdepan 4G LTE di Desa Wairara, Kecamatan Mahu, Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Bertepatan dengan momen kemerdekaan RI ke-75, selain memerdekakan masyarakat Wairara untuk berkomunikasi, Telkomsel juga melakukan program CSR sebanyak 75 paket penerangan lampu bertenaga surya.

Read More

GM NOQM Bali Nusra, Didi Djumardi mengatakan, memasuki usia ke-25 tahun saat ini, Telkomsel terus berkomitmen untuk memberikan layanan telekomunikasi dan solusi digital berkualitas untuk seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia.

“Saat ini sebanyak lebih dari 170 BTS USO telah hadir di Provinsi NTB dan NTT. Melalui program USO Telkomsel – Bakti berteknologi 4G, sejak Februari 2020 sinyal Telkomsel hadir di Desa Wairara. Kami berharap dengan hadirnya sinyal 4G Telkomsel, dapat lebih membuka akses informasi ke dunia luar serta dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif dan produktif seperti melakukan proses belajar secara daring bagi para pelajar di masa pandemik Covid 19 ini. Pada momen kemerdekaan ini Telkomsel juga memberikan bantuan CSR berupa 75 paket penerangan bertenaga surya untuk kebutuhan warga, menggunakan inverter berkapasitas 750 Watt yang didukung battery VRLA-12 volt 65 ampere. Kami berharap dapat bermanfaat bagi warga desa Wairara sehingga memberikan kualitas hidup yang lebih baik,” ungkap Didi.

Baca Juga :  Telkomsel Hadirkan Gerakan #DiRumahTerusMaju

Desa Wairara terletak di Kecamatan Mahu, Kabupaten Sumba Timur, merupakan desa terpencil dan berada di tengah perbukitan Mahu. Berpenduduk 120 kepala keluarga mayoritas berprofesi sebagai peternak dan berkebun. Kehidupan di Wairara jauh dari standar kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya. Ketiadaan listrik dan minimnya akses jalan di Wairara menjadi faktor utama desa berpenduduk 412 jiwa ini terisolasi dengan dunia luar.

Camat Mahu, Marthen K. Lijang SH mengatakan, “Perlu waktu 75 tahun Indonesia Merdeka untuk warga Wairara menikmati Listrik dan Internet. Ini merupakan sejarah bagi warga Wairara, dimana sebelum bantuan penerangan ini kami warga Wairara hanya beraktifitas di siang hari sementara malam gelap gulita hanya mengandalkan lampu pelita yang semakin sulit untuk mendapatkan minyak. Terima kasih Telkomsel, dengan adanya sinyal dan listrik ini akan sangat membantu kebutuhan warga kami.”

Baca Juga :  Sang Pemetik Berupah Rp1 Juta

Komitmen Telkomsel dalam mengupayakan pemerataan akses komunikasi di seluruh Indonesia akan terus terjaga seiring dengan makin tingginya tingkat adopsi layanan berbasis digital yang tentunya membutuhkan akses dan kualitas layanan broaband yang prima. Telkomsel memaknai usia ke-25 tahun sebagai upaya untuk terus bergerak maju, bertransformasi, dan tumbuh bersama seluruh lapisan masyarakat di setiap fase kehidupan, dengan menghadirkan kemudahan pemanfaatan akses telekomunikasi di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T). (rilis telkomsel)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *