Teknisi Tewas Diduga Tersengat Listrik di Bak Penampungan Lantai 18 Aston Kupang

  • Whatsapp
Ilustrasi/grid.id

Kupang – Seorang teknisi Hotel Aston Kupang, Reynaldi Martino Manu Ola, 25 tahun, ditemukan meninggal di dalam bak penampungan air di lantai 18 hotel tersebut pada Sabtu (22/11) dini hari.

Ia diduga tersengat aliran listrik saat memperbaiki keran bak air yang rusak.

Kejadian bermula sekitar pukul 01.00 Wita ketika Reynaldi bersama tiga rekannya Erwin Ndoen (32), Inyo Nenolake (43), dan Djumawa (58), diminta memperbaiki aliran air dari bak utama ke kamar-kamar hotel. Bak besar itu terbagi dalam beberapa petak, dan perbaikan dilakukan pada dua sisi berbeda.

Reynaldi dan Erwin turun ke dalam bak untuk memperbaiki kerusakan, sementara dua rekan lainnya menunggu di bagian atas. Setelah pekerjaannya selesai, Erwin naik lebih dulu. Ia kemudian memanggil Reynaldi, namun tak ada jawaban. Ketika melihat ke arah petak lain, Erwin mendapati tubuh Reynaldi sudah mengambang di tengah bak.

Ia segera meminta bantuan Inyo dan Djumawa, lalu melapor ke petugas keamanan hotel.

Security bersama ketiga teknisi itu turun ke bak penampungan dan mengevakuasi Reynaldi yang sudah tidak bergerak. Korban kemudian dibawa menggunakan mobil milik Inyo ke RSUD SK Lerik Kupang untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawanya tidak tertolong.

Untuk kepentingan visum luar, jenazah dipindahkan ke RSB Titus Uly Kupang. Pemeriksaan medis dipimpin oleh dr. Edwin Tambunan. Dari hasil pemeriksaan ditemukan luka lecet seperti bekas luka bakar pada bahu kanan, serta goresan pada lengan kiri dan kanan bagian dalam. Luka-luka tersebut mengarah pada dugaan sengatan listrik.

“Bekas goresan itu diduga akibat tersentuh aliran listrik, namun kepastian penyebab kematian masih menunggu pemeriksaan lanjutan,” ujar salah satu anggota tim medis.

Reynaldi diduga terkena storm aliran listrik bocor saat bekerja di dalam bak berisi air. Polisi dan manajemen hotel masih melakukan penyelidikan terkait sumber aliran listrik serta prosedur kerja saat kejadian berlangsung. (*/digtara/gma)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *