Tanpa Surat Bebas Korona Jangan Melintas di Ngada

  • Whatsapp
Bajawa/Foto: Lintasntt.com

Kupang – Pemerintah Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur mulai menerapkan skenario new normal untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19).

Di antaranya mewajibkan sopir kendaraan dan warga lainnya dari kabupaten terpapar korona mengantongi surat keterangan bebas covid-19. Untuk itu, petugas telah ditempatkan di perbatasan kabupaten tersebut untuk memeriksa seluruh sopir kendaraan yang melintas.

Read More

Kepala Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Timur Isyak Nuka mengaku sudah menanyakan kebijakan tersebut kepada Bupati Ngada, Paulus Soliwoa.

“Bupati Ngada bilang kita tidak izinkan sopir yang tidak punya surat keterangan bebas covid-19 karena saat ini Ngada masih daerah hijau,” katanya di Kupang, Senin (1/6).

Baca Juga :  Tiga Warga Manggarai Timur Hilang di Laut

Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir, petugas yang ditempatkan di perbatasan tidak memberikan izin kepada sejumlah kendaraan melintas. Pemerintah Kabupaten Ngada minta seluruh orang yang melintas di wilayahnya menaati protokol kesehatan, termasuk mengantongi surat keterangan bebas covid-19 tersebut.

Imbas dari kebijakan itu mengakibatkan sejumlah kendaraan pengangkut ikan segar dari Maumere Kabupaten Sikka tujuan Ruteng, Kabupaten Manggarai tertahan.

Pasalnya, ruas jalan tersebut merupakan satu-satunya menghubungkan antarkabupaten di Pulau Flores. Menurut Isyak, saat ini kabupaten yang berbatasan dengan Ngada sudah terpapar korona.

Sementara itu, puluhan sopir kendaraan pengangkut ikan segar mendatangi Kantor Bupati Sikka untuk mengadukan kebijakan pemerintah Kabupaten Ngada tersebut.

Mereka minta portal yang saat ini dipasang di perbatasan Ngada dan Nagekeo dibuka. Selain itu, mereka juga melaporkan terjadi tindakan kekerasan dan penahanan terhadap sopir di perbatasan Ngada.

Baca Juga :  Memasuki Kemarau, 4 Hotspot Muncul di Sumba

Tetapi saat dionfirmasi ke bupati Ngada, tambah Isyak, diperoleh laporan tidak ada pemukulan dan penahanan sopir. Menurutnya kabar yang menyebutkan terjadi pemukulan itu tidak benar. “Bupati Ngada ingin yang masuk ke wilayahnya harus memenuhi protokol kesehtan, saya pikir tindakan bupati itu benar,” ujarnya. (sumber: mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *