Stok Minyak Goreng di Kupang Cukup, Hemanus Man: Jangan Pilih-pilih Merek

  • Whatsapp
Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man mengecek stok minyak goreng di gudang CV Sampurna, Kamis (31/3). Foto: Lintasntt.com

Kupang – Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man mengimbau masyarakat setempat tidak terpengaruh membeli minyak goreng merek tertentu karena berpotensi menimbulkan kelangkaan.

“Sekarang permintaan tinggi untuk minyak goreng merek tertentu yang membuat stok terbatas dan tidak ada di gudang distributor,” kata Hermanus Man kepada wartawan seusai mengecek persediaan minyak goreng di pasar tradisional, supermarket hingga gudang minyak goreng, Kamis (31/3).

Dalam kunjungan tersebut, Hermanus menemukan stok minyak goreng premium kemasan satu sampai lima kilogram habis di gudang. Begitu juga stok di supermarket yang dikunjungi juga ludes terjual.

Akan tetapi sejumlah merek minyak goreng malah tersedia dalam jumlah yang cukup seperti terlihat di Toko Nam di Jalan Siliwangi Kelurahan Lai-Lai Besi Kopan.

Baca Juga :  PLN NTT Perkenalkan Sepeda Motor Listrik di Dinas Pariwisata

Baru saja menerima kiriman 18 kontainer berisi minyak goreng atau 18 ton dari Surabaya, Jawa Timur yang dijual seharga Rp24 ribu untuk kemasan satu liter dan Rp48 ribu untuk kemasan dua liter.

Sebaliknya digudang Sampurna dan NCL di Kelurahan Alak, tidak lagi ditemukan minyak goreng kemasan satu dan dua liter, kecuali di gudang Sampurna yang masih tersedia minyak goreng kemasan 18 liter sebanyak 135 jeriken atau 2.340 liter.

Minyak goreng yang masih ada itu akan dijual ke hotel, restoran dan rumah makan seharga Rp459 ribu, sebelum kenaikan harga minyak goreng, kemasan 18 liter tersebut dijual seharga Rp361 ribu.

Sampurna dan NCL sudah memesan lagi minyak goreng dari Surabaya. Namun, untuk saat ini, stok yang ada tersebut, menurut Hermanus Man, cukup selama Maret. “Kebutuhan minyak goreng di Kota Kupang sebanyak 1.500 liter per bulan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Proyek Jembatan Palmerah Layak Amdal

Manager Distributor Minyak Goreng CV Sampurna, Roy Ndapa mengatakan minyak goreng yang masih ada di gudangnya itu bagian dari 1.200 jeriken minyak goreng yang baru tiba dua pekan lalu. Sebanyak 1.065 jeriken sudah terjual.

Selain itu dari hasil pengecekan, Hermanus tidak menemukan adanya penimbunan minyak goreng, distributor minyak goreng memegang kendali distribusi minyak goreng untuk menghindari permainan harga di lapangan. (mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *