Stigma ‘Kampung Begal’ di Lampung Timur

  • Whatsapp
Suasana Desa Tebing, Lampung Timur/Foto: Novriwan
Suasana Desa Tebing, Lampung Timur/Foto: Novriwan

Lampung—Kecamatan Melinting dan Desa Negara Bathin Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Lampung memang begitu kental terhadap malang melintang dunia perbegalan.  Akhir 2014 sampai awal 2015, Aksi pembegalan di Jakarta-Bogor-Tangerang dan Bekasi selalu mengkait dengan dua desa ini.

Dari data yang diperoleh dari Polda Lampung, para pelaku begal saat ini sudah tidak terpusat di Lampung Timur. Saat ini, pelaku tindak pembegalan sudah menyebar di sekitar wilayah Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Baradatu Kabupaten Way Kanan, Kotabumi Lampung Utara dan Wonosobo Kabupaten Tanggamus.

Para pelaku kebanyakan melakukan aksinya di Bandarlampung, Kota Metro, Tulangbawang dan beberapa daerah lain. Polda Lampung masih terus melakukan penelitian, apakah pelaku ini tersistemik dalam satu komplotan atau bukan, belum bisa dipastikan. Namun, pola dan tindakan setiap melakukan aksinya selalu hampir sama. Dengan senjata parang, celurit dan bahkan senpi.

Baca Juga :  Bekas Kantor Bupati Rote Ndao Ludes Terbakar

Meski faktanya memang benar ada kelompok begal ber-KTP Lampung, penyebutan “Kelompok Lampung” tentu tidak pas dan merugikan banyak orang yang kini berdiam di provinsi Lampung. Stereotif ‘Kampung Begal’ bagi Tebing dan Negara Bhatin memang berlebihan saat media menyambangi kota kecamatan itu.

Kota Kecamatan yang subur dengan potensi perekonomian yang cukup baik itu memang tidak terkelola dengan baik. Dr. Aom. Karomani-Peniliti dari Universitas Lampung, menegaskan, Lampung Timur memiliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan. Namun, sejak kabupaten pecahan Kabupaten lampung tengah pada 1999 itu, hingga 2015 saja sudah 6 (enam ) kali berganti Bupati.

Selain meninggalkan jabatan karena mengikuti pilgub, Era Irfan Nuranda Dha’far (2000-2002), peganggantinya, Bahusin dan Satono (keduanya berhenti tersandung kasus korupsi). Sementara era Bupati Erwin Arifin yang menggantikan posisi Satono menjadi Bupati-pun proses pemerintahan tidak berjalan dengan baik. Selain diterpa isu korupsi APBD, Erwin dinilai tak berhasil mencari pendampingnya meski periodesasinya memerintahkan untuk dirinya didampingi seorang wakil bupati.

Baca Juga :  Perang Tanding di Sumba Barat, Satu Tewas

Menurut Aom, faktor di atas juga bisa menjadi penyebab maraknya pelaku begal di Lampung Timur. Karena, aparatur pemerintah sibuk dengan persoalan-persoalan yang tidak subtanstif alias koruptif. Semenara aparat kepolisian ‘kewalahan’ menghadapi suburnya begal di Lampung.

Seandainya saja pemerintah bersama pihak terkait, tokoh masyarakat, aparatur penegak hukum mampu membongkar stigma ini, sepertinya stereotif ‘Kampung Begal’ akan terhapus, dan tidak terjadi regenerasi pelaku begal di Lampung hingga kini. (Ahmad Novriwan dari Lampung)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *