Sosialisasi dan Penyalaan Listrik Desa di Pelosok Sumba Barat Daya

  • Whatsapp

Kupang – PLN terus berupaya melistriki daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar). Salah satunya yakni di NTT. Upaya PLN ini dimaksudkan untuk mewujudkan keadilan energi untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Untuk itu, PLN melakukan sosialisasi ketenagalistrikan dan penyambungan baru kepada masyarakat pelanggan di Desa Wainyapu, Kecamatan Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya dengan menempuh perjalanan menggunakan mobil sekitar dua jam lamanya dan dihadiri perangkat desa lainnya dari tingkat RT dan kepala dusun beserta rombongannya.

Read More

Tujuan PLN lakukan sosialisasi ke desa-desa yang menerima program perluasan jaringan listrik, dimaksudkan agar masyarakat punya peran dan sinergi dalam percepatan pembangunan jaringan listrik serta diharapkan pembangunan jaringan listrik bisa berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Baca Juga :  PLN Siap Eksekusi Kebijakan Bebaskan Tagihan Pelanggan

Manager UP2K Kupang, R. Cahyo Gunadi menjelaskan bahwa PLN hadir untuk menerangi Desa Wainyapu ini sebagai bukti komitmen PLN kepada masyarakat di seluruh pelosok tanah air.

“Semoga listrik untuk 250 KK di desa ini, dapat memberikan manfaat yang baik untuk masyarakat. Listrik untuk kehidupan yang lebih baik. listrik untuk rakyat, listrik untuk semua,” kata Cahyo.

Salah satu tokoh Masyarakat Desa Wainyapu, Markus M. Koro yang juga sekretaris desa menyampaikan apresiasi kepada PLN. Dirinya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada PLN UIW NTT dan pemerintah yang telah memperhatikan masyarakat Desa Wainyapu. Sebab, setelah sekian lama kami merindukan masuknya listrik di Desa Wainyapu, dan kini sudah terealisasi.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Hermanus Tende Kodi selaku Kepala salah 1 Dusun di Desa Wainyapu. “Selama ini kami menggunakan genset dan biaya BBM setiap bulan sebesar kurang lebih Rp500 ribu, namun dengan adanya listrik dari PLN, maka kami dapat menikmati terang dengan biaya yang lebih murah. Jika dibandingkan dengan menggunakan genset,” katanya.

Baca Juga :  Penumpang Mudik di Pelabuhan Tenau Naik 10%

Dijelaskan juga bahwa dengan adanya listrik dari PLN, maka biaya untuk membeli token sebesar Rp 100 ribu bisa digunakan selama sebulan. Dan kini, masyarakat dapat melaksanakan aktifitas di malam hari dengan lebih nyaman.

Untuk diketahui, sejak Selasa (22/11) , sudah ada 30 pelanggan yang dinyalakan dan PLN siap mengakomodir permohonan pasang baru dari masyarakat lainnya di desa tersebut.

Dalam mengaliri listrik di Desa Wainyapu membutuhkan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 2,350 kms dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 5,150 kms. (*/gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *