Solusi Energi Hijau PLN, Kini Warga Ende Memasak Lebih Murah

  • Whatsapp
Foto: PT PLN

Ende – Ada yang baru bagi Warga Ende. Warga yang dulu menggunakan minyak tanah atau kayu bakar untuk memasak, kini beralih memakai pelet dari hasil olahan sampah biomassa.

Rofika salah satu pengguna kompor pelet dan pengelola pelet di Ende menyampaikan, “inovasi Pelet ini pertama dan menjadi solusi bagi masyarakat Ende karena minyak tanah disini langka dan dibatasi dalam membeli.

Read More

Untuk itu, inovasi pelet dari PLN ini menjawab permasalahan masyarakat Ende dalam pengelolaan sampah dan pengganti minyak tanah.

Disini saya sendiri sudah menggunakan kompor pelet dan bagus. Dimana dengan sampah kami menukarkan dengan pelet yang per 1 kg hanya Rp600, jadi uangnya yang biasa kami pakai untuk membeli minyak bisa dipakai untuk kebutuhan lain dan kami sangat bersyukur.” tuturnya, Jumat (25/6).

Baca Juga :  Telkomsel Operasikan BTS Berteknologi 4G Di Ndao Nuse

Lanjutnya, “Setiap hari kami dari DLH menerima sampah dari masyarakat yang dikelola di Dinas Lingkungan Hidup dan setelah itu dipeuyeumisasi dan sampah biomassa dibawah ke PLTD Mautapaga Ende untuk diolah lagi menjadi pelet,” katanya.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko menyebutkan Hasil Pelet ini yang dihasilkan sebanyak 80 persen diserap untuk bahan bakar pembangkit PLTU Ropa dan 20 persen untuk kebutuhan memasak warga,” ungkapnya.

Saat ini memang pemakaian pelet pada warga memang terkendala pada kompor. Namun, sekali lagi PLN telah punya solusi. Saat ini sedang dikembangkan kompor buatan SMK Negeri 2 Ende.

Mereka dilatih PLN membuat kompor pelet dengan teknik downdraft gasification jadi gasifikasi kompor _(gasification stove)._ Kompor ini juga akan di-launching hari ini Jumat, 25 Juni 2021 bersamaan dengan acara Launching Continuous Firing Run. Bupati Ende memberikan kompor gratis untuk 35 kepala keluarga (KK) di desa Keliwumbu.

Baca Juga :  Pemkab Ende Sulap Sampah jadi Bahan Bakar PLTU Ropa

Tak hanya itu, PLN juga telah melatih pengrajin ke desa keramik yang berhasil membuat kompor pelet dari tanah liat yang lebih murah.

“Karena akan percuma kalau ada pelet tetapi warga tidak dapat memakainya karena tidak ada kompor. Semakin banyak warga yang memakai kompor pelet ini, maka warga banyak terbantu,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMKN 2 Ende Fransisco Soares, “Hari ini kita berbahagia Berkat bantuan PLN hampir setengah tahun praktek kerja electricity. Tidak hanya kompor namun kedepan berharap ada mesin. Jadi cita dari pogram untuk indonesia. Dulunya kompor karena minyak tanah langka. Dengan kehadiran kompor ini mengatasi kelangkaan. Di Ende, Dari SD sampai SMA sudah membentuk bank sampah. Dan bisa barter Sampah dengan pelet. Dengan kolaborasi yang baik bisa tercapai tujuannya seluruh masyarakat di Ende,” pungkasnya. (pln)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *