Siswa SMA 7 Kupang Tidak Punya Smartphone, Belajar Pakai Sistem Luring

  • Whatsapp
Kepala Sekolah SMA 7 Kupang, Vinsensius Sasi/Foto: lintasntt.com

Kupang – Kegiatan belajar mengajar (KBM) Tahun Pelajaran 2020/2021 di SMA Negeri 7 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai Senin (27/7/2020).

Kepala SMA Negeri 7 Kupang, Vinsensius Sasi mengatakan KBM di sekolah tersebut mengunakan dua sistem yakni daring dan luring (luar jaringan).

Karena itu, siswa yang tidak punya smartphone akan mengikuti KBM dengan sistem luring batau tatap muka di sekolah. Menurutnya, dari 1.090 siswa, antara 1-2% tidak memiliki smartphone atau ponsel.

Sebenarnya, pihak sekolah minta seluruh siswa memiliki smartphone untuk memperlancar KBM daring. Namun, jika siswa mengalami persoalan terkait koneksi jaringan dan kuota internet, boleh beralih ke sistem luring. “Silahkan datang ke sekolah dan ambil materinya,” ujarnya.

Baca Juga :  Program Pro Rakyat Berhasil, Jonas Salean Kebanjiran Penghargaan

Bagi siswa yang mengikuti pembelajaran sistem luring, sekolah sudah menyiapkan materi untuk setiap mata pelajaran. “Siswa harus punya ponsel android karena ini sekolah akreditasi A. Pendidikan itu mahal, pandemi maupun bukan pandemi,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (25/7).

Selain itu, sekolah juga menyiapkan buku-buku yang dipinjamkan ke siswa untuk digandakan kemudian dikembalikan lagi ke sekolah. Untuk mendapat pinjaman buku, orang tua siswa terlebih dahulu menandatangai surat perjanjian peminjaman dan pengembalian buku.

Menurutnya, KBM daring berlangsung antara 30-40 menit yang kemudian diakhiri dengan siswa mengerjakan soal. “Ada tiga pertanyaan yang meminta jawaban siswa dari kognitif, sikap, dan psikomotorik,” ujarnya. (*/gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *