Selama 2019, 412 Warga NTT Tewas Akibat Kecelakaan Lalulintas

  • Whatsapp
ILUSTRASI: Kecelakaan Angkot Wedewy di depan SPBU Oebufu/Foto: lintasntt.com

Kupang–Selama 2019, Polda NTT mencatat 412 warga tewas akibat kecelakaan lalulintas (Lakalantas). Jumlah itu belum termasuk korban luka berat sebanyak 352 orang dan korban luka ringan 1.499 orang.

Pada 2018, korban luka berat tercatat 428 orang, dan luka ringan 1.707 orang. Adapun kerugian material akibat lakalantas mencapai Rp3,6 milar, juga mengalami penurunan jika dibandingkan 2018 sebanyak Rp4,027 miliar.

Wakapolda NTT Brigjen Johni Asadoma mengatakan hal itu dalam jumpa pers di Kupang, Senin (20/12). Menurutnya, korban tewas kecelakaan lalulintas berkurang 3,62% jika dibandingkan korban tewas akibat kecelakaan lalulintas pada 2018 sebanyak 432 orang. Selain itu, tren lakalantas mengalami penurunan dari 1.338 orang pada 2018, turun menjadi 1.188 orang pada 2019.

Baca Juga :  Ratusan Murid TK di Kupang Ikuti Gebyar Kreatitivitas Guru-Anak

Sementara itu, Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda NTT Kombes Iroth Laurens Recky mengatakan sebanyak 70% kendaraan yang terlibat kecelakaan lalulintas adalah sepeda motor. “Setiap jam di Indonesia dua orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Karena itu menurut Kombes Iroth, target utamanya ialah mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas serta jumlah korban meninggal akibat kecelakan lalu lintas.

Secara nasional, setiap tahun sebanyak 17.000 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, sehingga lakalantas menjadi pembunuh kedua terbesar di Indonesia setelah penyakit jantung.

Menurutnya, 10 tahun lalu, jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai 30.000 orang atau menyamai korban bunuh diri di Jepang. “Penyebab paling besar adalah faktor manusia. Ketika mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi, berpotensi terjadi tabrakan dengan kendaraan lain atau menabrak orang,” ujarnya. (gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *