Sastrawan Gerson Poyk Berpulang

  • Whatsapp
Gerson Poyk (kanan)

Kupang–Sastrawan Gerson Poyk meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Hermina, Depok, Jawa Barat, Jumat (24/2) sekitar pukul 11.00 Wita karena sakit.

Ia dirawat selama 10 hari di rumah sakit sebelum menghembuskan napas terakhir dalam usia 86 tahun.

Read More

Keluarga Gerson, Lanny Koroh mengatakan jenasah akan diberangkatkan ke Kupang pada Sabtu (25/2). “Bapak jatuh di kamar mandi akhirnya sakit,” kata Lanny.

Dari laman wikipedia, disebutkan Gerson lahir di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur pada 16 Juni 1931.

Baca Juga :  Dua Nelayan Raijua Terseret Badai, Ditemukan Di Perairan Australia

Selama hidupnya Gerson dikenal lewat lewat karya-karyanya yang dimuat di media massa dan dijadikan rujukan dalam pelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Dia mengawali debutnya sebagai penulis sejak 1950. Atas prestasinya, Dia menerima banyak penghargaan sebagai sastrawan maupun sebagai wartawan.

Sejumlah karya Gerson yang terkenal yakni Hari-Hari Pertama (1968), Sang Guru (1971), Cumbuan Sabana (1979), Giring-Giring (1982), Matias Akankari (1975), Oleng-Kemoleng dan Surat-Surat Cinta Rajagukguk (1975), dan Nostalgia Nusa Tenggara (1976).

Selain Jerat diterbitkan 1978, Di bawah Matahari Bali (1982), Requim Untuk Seorang Perempuan (1981)
Mutiara di Tengah Sawah (1984), Impian Nyoman Sulastri (1988), Hanibal (1988), Poli Woli (1988)

Gerson juga pernah bekerja di Sinar Harapan sebagai wartawan (1962-1970). Antara 1970-1971, beasiswa untuk mengikuti International Writing Program di University of Iowa, Iowa, Amerika Serikat dan seminar sastra di India pada tahun 1982. Menikah dengan Atoneta Saba, dan dikaruniai lima orang anak. Selamat jalan sastrawan. Semoga mendapat tempat yang mulia di sisi Tuhan. (gma/wikipedia)

Baca Juga :  Nama Taman Budaya NTT Diubah Jadi Taman Budaya Gerson Poyk

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *