Safira Terharu Rumah Bebak Diganti jadi Dinding Kuat

  • Whatsapp
Foto: PLN

PLN Sulap Rumah Warga Bolok dengan Pemanfaatan produk Fly Ash Bottom Ash PLTU Bolok Pertama di Pulau Timor

Kupang – Safira Katu (54) yang bertempat tinggal di Helong Raya Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang tak menyangka bahwa dirinya mendapatkan perhatian dari PLN dan menjadi salah satu penerima manfaat bedah rumah warga dengan pemanfaatan produk Fly Ash Bottom Ash (FABA) PLTU Bolok.

Read More

Program Bedah Rumah Pertama di Pulau Timor ditujukan kepada rumah warga di sekitar PLTU Bolok. Dulunya rumah mama Safira masih menggunakan dinding bebak dan diganti dengan produk FABA bata interlock yang diproduksi di PLTU Bolok.

Penerima manfaat bedah rumah Safira Katu adalah seorang Janda dengan 2 anak yang berprofesi sebagai Buruh Garap di Kebun milik orang yang berpenghasilan tidak menentu. Mama Safira merasa sangat bersyukur dengan program PLN ini.

Dengan ukuran rumah 6,7 x 9,50 m, “Rasanya sangat bangga, bahagia dan haru, saya tidak menyangka PLN memperhatikan kami disini, dulu kami tinggal dengan Bebak dan sekarang lebih kokoh lebih bagus” ucapnya dengan senyum lebar.

Rumah bagi dirinya tempat merajut cinta kasih bersama keluarga, walaupun dari 2013 bapak telah tiada ditengah rumah namun rasa syukur tetap ada bagi keluarganya.

“Dulu September, PLN ada datang dan dibilang kalau rumahnya akan dibantu untuk direnovasi dan kami melihat proses langsung sampai sekarang jadi dan sangat menyentuh kami” ungkapnya dengan isak tangis.

Camat Kupang, Yusak A. Ulin, menyampaikan, “Puji Syukur kepada Tuhan karena PLN Peduli hadir dan hal ini pertama bagi warga Bolok bahkan bagi Pulau Timor. Saya sering lewat jalan ini, saya lihat lebih kokoh, saya bangga kepada PLN dan ini tepat sasaran bagi penerima manfaat seperti yang dirasakan mama Safira. Sekali lagi terima kasih kepada PLN dan jajarannya atas kerja kerasnya dan inilah pemanfaatan yang dirasakan langsung. Semoga keberadaan PLTU Bolok ini dapat memberikan manfaat untuk warga lainnya yang membutuhkan sentuhan tangan”. ucapnya.

Baca Juga :  Pilot Pingsan, Co-Pilot Batik Air Sukses Daratkan Pesawat di Bandara El Tari

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT, Ondy Christian Siagian S. E M. Si, “Apresiasi setinggi – tingginya untuk PLN terutama di PLTU Bolok dimana FABA nya dapat dimanfaatkan jadi bata seperti yang dimulai PLN hari ini. Ini jadi berkat buat warga yang perlu mendapat perhatian dan semoga bisa berlangsung dan kami dari Dinas Lingkungan Hidup siap mendukung dan bersedia diajak kerjasama dan Semoga PLN tidak hanya memberi satu rumah, namun bisa banyak lagi rumah warga tidak mampu dapat perhatian seperti mama Safira hari ini.” Pungkasnya.

Untuk membangun rumah dengan luas 65 m2 dari produk FABA bata interlock sebanyak 11.000 buah dan ini menghemat buat warga dalam membangun rumah. Bedah rumah perdana di Pulau Timor merupakan lanjutan Program PLN Bedah Rumah di NTT yang sebelumnya juga telah dilakukan di Pulau Flores.

Direktur OM PJBS, Purnomo Jati Agung menyampaikan
“ini acara sangat bernilai bagi keluarga besar PLN Group yang dapat memberikan bantuan bagi warga Bolok seperti yang dirasakan mama Safira saat ini. Pemanfaatan FABA ini sesuai PP No. 22 tahun 2021, bahwa seluruh pengelola wajib memanfaatkan sisa pembakaran seperti PLTU Bolok yang menggunakan batu bara. Produk ini bisa dihasilkan PLN yaitu 1000 paving block per hari dan ini kegiatan sosial. Semoga keberadaan PLTU Bolok ini selain menghasilkan listrik juga memberikan CSR kepada masyarakat dengan dukungan dari semua stakeholder” imbuhnya.

Baca Juga :  Kota Kupang Butuh 1.500 Kantong Darah setiap Bulan

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko menyampaikan keberadaan PLN dan anak perusahaan siap untuk Pembangunan NTT. Selain melistriki rumah, PLN melalui PLN Peduli seperti program bedah rumah merupakan bentuk partisipasi PLN dalam kegiatan sosial kepada masyarakat sekaligus mendukung pemanfaatan FABA di NTT.

“FABA ini dulu sering dikirim keluar NTT, dan akhirnya PLN bersama PJBS menyediakan alat untuk pemanfaatan seperti bata dan ini banyak manfaatnya untuk jalan, fasilitas umum, pupuk, rumah yang layak dan pemanfaatan sisa pembakaran batubara yang ramah lingkungan dalam kemasan bata interlock dan paling dapat berjalan dengan baik.”tambah Jatmiko.

Program sebelumnya sudah dilakukan di Pulau Flores, sekarang di Pulau Timor. Kami secara kontinyu akan tingkatkan program pemanfaatan FABA bagi masyarakat NTT,” jelas Jatmiko

Pada peresmian rumah dari FABA ini juga hadir dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kupang yang diwakili oleh Kepala Seksi Pengawasan dan Penegakan Hukum, Edy Nobbek, Manajer PLTU Bolok, Prihanto Budi Wardoyo, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan Desa, dan warga sekitar

PLTU Bolok sebagai salah satu penopang sumber pembangkit listrik di Pulau Timor Propinsi NTT 95% bahan bakarnya menggunakan Batubara dengan total konsumsi rata – rata 21.000 MT setiap bulan untuk membangkitkan listrik 33 MW. Sisa proses produksi listrik dengan Batubara menghasilkan FABA sebanyak 600 MT per bulan yang digunakan sebagai bahan pembuatan paving block dan bata interlock. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *