Ribuan Eks Tenaga Harian Lepas di Nagekeo Didorong Bangun UMKM

  • Whatsapp
Kepala BI Perwakilan NTT Agus S Widjajati dan Penjabat Bupati Nagekeo/foto: dok

Nagekeo – Pemerintah Kabupaten Nagekeo, NTT membuka peluang bagi 945 mantan tenaga harian lepas (THL) yang dirumahkan sejak 2022, untuk membangun usaha.

Penjabat Bupati Nagekeo Raimundus Nggajo menyebutkan dari total 1.046 tenaga harian lepas, sebanyak 68 orang telah diterima sebagai aparatur sipil negara (ASN), 15 orang meninggal, sehingga masih ada 945 orang yang diharapkan menjadi sumber daya untuk mendorong ekonomi di desa, melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Hal itu disampaikan dalam pertemuan bersama Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT Agus Sistyo Widjajati di Nagekeo, Selasa (26/3).

Dalam pertemuan itu, Agus mendorong pemerintah daerah setempat memberikan pendampingan kepada para eks tenaga harian lepas, memanfaatkan potensi yang ada di setiap desa.

Pasalnya, Nageko yang berbatasan dengan Kabupaten Ende dan Ngada, sebagai penyuplai pisang terbesar di Flores. Pisang dari daerah ini dikirim ke Jawa seperti di Bogor, Jawa Barat.

Di sana, pisang Nagekeo diolah menjadi berbagai jenis kuliner aneka rasa, seperti pisang rasa cokelat dan pisang rasa keju. Ada juga potensi talas dan durian yang lumayan besar di Nagekeo, namun belum dimanfaatkan menjadi peluang ekonomi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. “Di Bogor ada Talas Bogor, padahal talasnya dari Flores, satu kali pengiriman 10 ton,” ujarnya.

Mendapat penjelasan seperti itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT Agus Sistyo Widjajati di Nagekeo mendorong agar para pemuda termasuk eks tenaga harian lepas segera memanfaatkan peluang tersebut.

Untuk pemula, bisa menjadi pedagang pengumpul di desa-desa, seperti menjadi agen pisang, durian atau talas. “Pedagang paling gampang itu jadi pengumpul, lalu naik ke pengolahan yng sederhana,” ujarnya.

Agus minta pada anak-anak muda fokus kepada salah satu usaha, setelah berhasil, barulah mengembangkan bisnis ke usaha lainnya. “Kita kumpulkan untuk dikasih pembekalan dan motivasi,” tambahnya.

Usaha lainnya yang bisa digeluti para pemuda dan eks tenaga harian lepas ialah memanfaatkan alun-alun kota untuk berdagang. Akan tetapi, pemerintah daerah perlu menciptakan event yang mendatangkan banyak orang di lokasi tersebut. Seperti konser musik dan pertandingan olahraga yang digelar secara berkala satu kali dalam sepekan.

Menurutnya, Bank Indonesia bersedia memberikan pembekalan kepada para usahawan muda ini mulai dari kelompok ultra mikro hingga kelompok ekspor. “Nanti kita bagi-bagi pelatihannya,yang ekspor diajarin dealing dengan importir, bagiaman penyiapan surat-surat, pengemasan, dan instansi yang harus dihubungi,” kata Agus Sistyo Widjajati.

Untuk yang digital, tambahnya, akan diajarkan mulai dari produksi, pengemasan, sampai pemasaran. “Di bawahnya kelompok maju yang siap-siap menuju digital dengan omzet yang kita atur, karena setiap kelompok ini bekal pengetahuan beda-beda,” jelasnya. (*/mi)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.