Resmikan Pasar di Sumba Barat, Menkop UKM Serahkan Kredit Merdeka Bank NTT kepada 6 Pedagang

  • Whatsapp
Menteri Koperasi dan UKM Serahkan Kredit Merdeka Bank NTT di Sumba Barat/Foto: Kementerian Koperasi dan UKM

Waikabubak – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UMK) Teten Masduki meresmikan Pasar Kareka Nduku Selatan, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (16/12/2023). Di lokasi tersebut, Teten berkesempatan menyerahkan Kredit Merdeka kepada 6 pedagang.

Kredit Mikro Merdeka merupakan skim kredit yang digagas oleh mantan Gubernur NTT Viktor Laiskodat, bersama Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat NTT.

Skim kredit Bank NTT ini dikenal dengan mudah, murah dan aman, karena bebas dari bunga, agunan serta rentenir. Hingga saat ini, Bank NTT telah mengucurkan dana lebih dari Rp50 Miliar untuk menghidupi pedagang ataupun pelaku UMKM di NTT.

Penyerahan Kredit Mikro Merdeka ini merupakan bagian dari agenda kunjungan kerja Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki ke Sumba Barat, dalam rangka meresmikan Pasar Kareka Nduku Selatan. Pasar itu direvitalisasi lewat program bantuan revitalisasi pasar rakyat, yang akan dikelola oleh koperasi pasar.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, program revitalisasi pasar rakyat ini sangat penting untuk dilakukan. Karena pasar ini menjadi wahana usaha yang mempertemukan petani, pedagang, dan pembeli, sekaligus melayani kebutuhan masyarakat sekitar.

“Hal paling penting adalah yang berjualan di sini harus mendapatkan aksesibilitas yang sama. Di sini bagus desainnya karena memberikan ruang yang sama bagi para pedagang. Pasar ini juga harus dijaga kebersihannya supaya tetap sehat, dan yang belanja juga nyaman,” kata Teten saat meresmikan Pasar Kareka Nduku Selatan sebagai Pasar yang Menerima Bantuan Revitalisasi Pasar Rakyat yang dikelola oleh koperasi setempat.

Bantuan untuk revitalisasi pasar ini mencapai sebesar Rp1,5 miliar. Di mana proses pembangunan dimulai sejak Juli 2023 dan selesai pada November 2023. Pasar ini mampu menampung 57 pedagang dan menjadi pasar pertama di Sumba Barat yang dikelola koperasi.

Lebih lanjut, Teten mengaku sangat senang mengunjungi pasar. Menurutnya, Pasar Kareka Nduku Selatan berpotensi untuk menjadi pasar yang menyenangkan untuk dikunjungi masyarakat.

Ia juga mengimbau agar ekosistem pasar dapat lebih dikembangkan ke depan melalui koperasi pasar. Di sini harus ada cold storage. Jadi kalau jualannya tidak habis bisa disimpan dan dapat dijual lagi. Itu koperasi pasar yang harus punya fasilitasnya. Pedagang juga bisa disuplai oleh koperasi. Ekosistem ini yang harus kita buat,” kata Teten

eten juga menilai bahwa koperasi pasar juga dapat menjadi agen penjualan produk hasil desa. Dengan buah-buahan yang berlimpah di Kabupaten Sumba Barat, dia meyakini bahwa pengembangan produk buah-buahan akan berkembang pesat jika dikelola dengan baik.

“Di sini buah-buahan sangat bagus. Di Palu itu persis seperti ini. Sekarang sudah menjadi sentra durian dan ekspor ke Tiongkok dan Thailand. Diekspor bukan durian utuh tapi pasta frozen untuk disuplai ke industri minuman. Di sini saya pikir juga bisa, karena kalau diolah jadi barang setengah jadi bisa diperdagangkan di seluruh dunia,” ujarnya.

“Saya ingin sekali nanti kalau datang ke sini lagi, tempat ini sudah menjadi tempat wisata makan durian terenak di Indonesia. Karena di sini subur dan curah hujan rendah, akan jadi tempat buah-buahan paling enak. Terlebih alam di sini juga indah, menyenangkan jadinya datang ke sini,” sambungnya.

Bupati Sumba Barat Yohanis Dade mengatakan, kehadiran MenKop Teten telah menjadi berkah bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat.

“Dengan pembangunan pasar ini beban kami menjadi ringan. Atas nama pemerintah daerah dan seluruh rakyat saya menyampaikan terima kasih dan senantiasa mendoakan MenKopUKM semoga sukses dan mendapatkan berkat dari Tuhan,” ujar Yohanis.

Revitalisasi pasar rakyat ini, menurut Yohanis telah membuktikan negara hadir di tengah masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan ekonomi daerah melalui koperasi, UMKM, dan perdagangan.

Kabupaten Sumba Barat merupakan daerah yang memiliki banyak koperasi, serta UMKM mencapai 9.396 yang menghasilkan produk kerajinan, kuliner, dan sebagainya.

“Produk yang dihasilkan sebenarnya memiliki potensi berkembang tapi belum diwujudkan karena keterbatasan modal, sarana dan prasarana, kesulitan bahan baku, kualitas produk kalah saing, rendahnya pengetahuan mengembangkan diri, dan aspek pemasaran kurang. Kami berharap ada dukungan dan jalan keluar bagi koperasi dan UMKM di Sumba Barat yaitu diberikan pelatihan teknis untuk mengembangkan diri,” ucapnya. (*/kn)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.