Puncak Peringatan HKAN 2021 Digelar di TWAL Teluk Kupang

  • Whatsapp
Foto: lintasntt.com

Kupang – Sekretaris Direktorat Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Suharyono membuka rangkaian acara peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021 di Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur (Senin (22/11).

Kegiatan ini berlangsung sampai 24 November 2021 diikuti ole seluruh Balai KSDA dari seluruh Indonesia dan pejabat dari Kementerian LHK. Kegiatan ini mengusung tema ‘Bhavana Satya Alam Budaya Nusantara: Memupuk Kecintaan pada Alam dan Budaya Nusantara’.

Read More

Puncak Peringatan HKAN 2021 ini juga digelar bersamaan dengan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang diperingati setiap 5 November, mengusung tema ‘Keanekaragaman puspa dan satwa: aset dasar pemulihan ekonomi nasional.’
Peringatan HKAN dirangkai dengan pelepasliaran satwa liar dan penanaman mangrove.

“Saya berpesan kepada seluruh pengelola kawasan konservasi yang hadir hari ini, untuk merangkul masyarakat, memberikan akses serta prioritas kepada masyarakat sekitar kawasan untuk ikut terlibat dalam pengelolaan kawasan konservasi, serta memberikan pendampingan secara berkelanjutan,” kata Suharyono.

Baca Juga :  Jonan Resmikan 21 Unit Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Senilai Rp113,8 Miliar

Menurutnya, pengelolaan kawasan konservasi tidak dapat dilepaskan dari masyarakat, sekitar 6.831 desa yang berbatasan dengan kawasan konservasi atau equivalen dengan 9,5 juta orang.

Umumnya masyarakat di sekitar kawasan tersebut, bekerja di sektor pertanian dan pariwisata. Pemanfaatan jasa lingkungan oleh masyarakat di kawasan konservasi berlangsung secara turun-temurun untuk kegiatan komersial dan kebutuhan sehari-hari meliputi air, sumber makanan, tumbuhan obat, sumer bahan bakar, dan keindahan bentang alam.

Namun, pandemi covid-19 mengakibatkan Penerimaan Negara Bukan Paja (PNPB) dari bidang pariwisata pada 2020 sebesar Rp53,81 miliar atau turun 68,5% dibandingkan 2019 atau Rp171,18 miliar.

Akan tetapi reaktivasi obyek wisata di 106 taman nasional dan taman wisata alam telah menyerap 6.893 tenaga kerja, dan sampai Oktober 2021 telah menyetorkan PNBP sebesar Rp35,53 miliar.

Baca Juga :  Dinas Pariwisata NTT Gelar Lomba Tangkap Buaya

Penerimaan sebesar itu membuktikan bahwa tata kelola jasa lingkungan berbasis masyarakat merupakan peluang pemerintah untuk meningkatkan perekonomian dan kompetensi masyarakat. “Seiring menguatnya perekonomian masyarakat, tekanan terhadap kawasan dapat berkurang sehingga hutan lestari masyarakat sejahtera dapat terwujud,” ujarnya.

Sekda NTT Benediktus Polomaing yang juga menyampaikan sambutan pada kegiatan tersebut, mengajak para utusan BKSDA dari seluruh Indonesia untuk mengunjungi Pulau Komodo dan destinasi wisata lainnya di NTT

“Gunakan waktu yang ada untuk berkunjung ke Labuan Bajo, karena di dunia ini, satu-satunya satwa komodo itu hanya ada di NTT,” ajak Benediktus Polomaing.

Dia mengatakan, NTT tidak hanya dikenal sebagai miniaturnya Indonesia, tetapi juga sebagai daerah destinasi baru wisata. “Berkunjung ke Bali itu hal yang biasa, tapi berkunjung ke NTT itu hal yang luar biasa,” ujarnya. (mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *