Propam Polda NTT Periksa Polisi yang Pukul Mahasiswa

  • Whatsapp
Irjen Daniel Silitonga/Foto: lintasntt.com

Kupang – Propam Polda NTT meminta keterangan anggota polisi yang memukul mahasiswa pengunjuk rasa di Pengadilan Negeri Kupang pada Kamis pekan lalu.

Aksi pemukulan terhadap mahasiswa itu viral di media sosial, termasuk dilaporkan ke Polresta Kupang Kota oleh pihak korban, dan Kapolda NTT Irjen Daniel Silitonga oleh masyarakat.

“Anggota polisi yang diviralkan memukul yang demo, sedang kita lakukan penyelidikan, dan Propam sudah diperintakan untuk dicek,” kata Irjen Daniel Silitonga saat Buka Puasa Bersama Wartawan Desk Polda NTT, Sabtu (6/4/2024) malam.

Sebelumnya, sebuah video berdurasi 30 detik yang berisi rekaman pemukulan tersebut beredar di media sosial. Namun, di dalam video itu, aksi pemukulan dilakukan karena mahasiswa yang berunjuk rasa diduga mau merobek Bendera Merah Putih yang dikibarkan di halaman kantor pengadilan.

Sebelum dipukul, mahasiwa bernama Hemax Rihi Herewila berorasi karena mereka tidak diperbolehkam masuk ke ruang pengadilan untuk menghadiri sidang putusan enam terdakwa dalam kasus pembunuhan seorang pemuda bernama Roy Herman Bole di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang pada September 2023.

Pada sidang sebelumnya, mahasiswa memang diperbolehkan masuk ke melalui gerbang pengadilan karena sidang terbuka untuk umum, namun saat sidang putusan, mereka tidak diizinkan masuk. Karena itu, mahasiwa menaiki pagar pengadilan.

Namun, saat naik pagar, Hemax Rihi Herewila ditarik oleh anggota polisi dan terjatuh ke halaman kantor pengadilan, langsung dipukul oleh sekitar 20an polisi.

“Secara spontan saya katakan untuk turunkan bendera karena ini sebagai bentuk matinya keadilan di NTT, tetapi saya tidak mengatakan potong tali bendera,” katanya.

Akibat pemukulan, Hemax mengalami luka robek di bagian mata kanan beberapa bagian tubuh tubuh, langsung dilarikan ke rumah sakit.

Sedangkan, Kapolda Irjen Daniel menyebutkan siapapun yang salah sesuai hasil pemeriksaan polisi akan dikenai hukuman, entah polisi maupun mahasiswa.”Kita bawa ke proses hukum yang benar,” sebutnya. (*/gma)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.