Prof Sugeng: Jika Ada Korupsi di Universitas Lampung Dipertanggungjawabkan

  • Whatsapp
Profesor Sugeng

Bandarlampung-Kado manis di penghujung 2016 adalah diberikannya akreditasi A perguruan tinggi kepada Universitas Lampung (Unila).

Akreditasi ini diberikan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Mantan Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, MS, mengatakan diraihnya kesempurnaan predikat ini harus dibarengi prestasi, layanan, kinerja dan fasilitas yang sempurna.

Menjadi beban berat bagi civitas Unila jika kesempurnaan itu malah berbalik dengan harapan yang dikehendaki. Perjuangan menuju akreditasi A sudah dimulai sejak rektor Prof. Al Husni Duki Hamim (alm), Prof. Muhajir Utomo, Prof Sugeng dan dilanjutkan Prof Hasriadi Mat Akin.

“Jelang akhir periode kepemimpinan saya pada 2015, poin yang diraih Unila 357. Artinya tinggal minus 4. Dengan nilai 361, Unila mendapat A. Saat saya tinggalkan masih B. Ini berkat kerja keras semua pihak. Pak Hasriadi rektor sekarang) tahu itu. Hasriadi menjadi Wakil Rektor 1 kala itu,” kata Sugeng (4/1).

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Lion Air Batal Mendarat di Bandara El Tari

Dikatakan Sugeng, Prof Hasriadi mengemban tugas berat guna memenuhi syarat dan kesempurnaan sebuah perguruan tinggi dengan berakreditasi A. Oleh karenanya, menyingung berbagai persoalan seperti carut marutnya pembangunan fisik 2016, persoalan kasus Bujang Rahman yang kini masuk ke ranah hukum harus diselesaikan secara baik.

“Sudahilah kebohongan. Kalau ada korupsi dipertanggungjawabkan. Jangan menambah persoalan Unila yang kini sedang membenahi diri menuju kesempurnaan sebuah perguruan tinggi,” imbuhnya.

Kesempurnaan itu sendiri, harus dilakukan dengan semangat kerja keras dan profesional. “Sumber daya di Unila harus diperkuat dengan peningkatan kualitas dan integritas masing-masing individu. Yang gak siap lebih baik mundur. Karena, akan merugikan civitas akademika,’kata Sugeng.
Sugeng meyayangkan jika ada segelintir orang di Unila hanya mengambil keuntungan untuk pribadi dan kelompok.

Baca Juga :  Kronologi Hilangnya 7 Gadis Jepang di Bali

“Mestinya, semua civitas akademika berfikir tentang Unila secara utuh. Tidak parsial, kasihan mahasiswa dan masyarakat ang berharap banyak kepada Unila. Dan kita berdosa kalau Unila tidak lebih baik ke depan,” pungkas Sugeng. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *