Produksi Garam di NTT Bisa Diandalkan Tekan Impor

  • Whatsapp
Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto bersama Gubernur NTT Viktor Laiskodat meninjau persiapan panen garam di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Jumat (24/7). Foto: lintasntt.com

Kupang – Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto optimistis produksi garam di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa diandalkan untuk menekan impor.

“Saya harapkan produksi garam di sini mengimbangi kebutuhan industri kita, bisa terpenuhi di sini,” katanya kepada wartawan saat bersama Gubernur NTT Viktor Laiskodat meninjau persiapan panen garam di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Jumat (24/7).

Read More

Tambak garam yang ditinjau Mendag di Nunkurus yakni yang dikelola Timor Livestock Lestari seluas 600 hektare dengan total produksi 60.000 ton per tahun, dan Cakrawala Timor Lestari seluas 300 hektare.

Baca Juga :  Lion Air Group Kembali Mengudara Mulai 10 Juni

Potensi garam di NTT sangat besar sehingga Kementerian Perdagangan terus mendorong pemerintah provinsi memperluas lahan garam sehingga produksi garam terus meningkat. “Saya harap dalam satu tahun ke depan, produksi garam di NTT ditingkatkan,” tambahnya.

Menurutnya, setiap tahun kebutuhan garam di Tanah Air mencapai 4,4 juta ton, terdiri dari industri 3,7 juta ton 300 ribu ton garam konsumsi.

Kebutuhan garam sebesar ini, tambahnya, bisa dipenuhi dari NTT. “Kita dorong lagi untuk bagaimana mengurangi impor. Tujuan saya ke sana,” tandasnya. Untuk menjadikan NTT sentra produksi garam nasional, selain pemerintah pusat, masyarakat juga diminta turut mendukung. Adapun dukungan Kementerian Perdagangan dalam bentuk pemberian stimulus kepada petani garam, seperti kredit usaha rakyat (KUR).

Baca Juga :  Viktor-Josef akan Jadikan NTT Penghasil Garam Industri Terbesar

Selain itu, akan dibentuk sistem resi gudang sehingga para petani pun bisa menyimpan dan mendapatkan dukungan dana untuk memudahkan mereka mendapatkan pinjaman.  “Prinsipnya kementarian perdagangan ini menciptakan dunia usaha sejuk. saya melihat ada masalah-masalah yang kita bisa selesaikan sehingga mendukung produksi garam nasional ini,” kata Dia. (*/gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *