Potret Tim PDKB PLN, Lakukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan

  • Whatsapp
Tim khusus PLN yang melakukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tim PDKB./Foto: PLN

Kupang – PLN UP3 Kupang salah satunya memiliki tim PDKB. Tim ini merupakan sebuah tim khusus yang dibentuk oleh PLN sehingga dapat melakukan pekerjaan – pekerjaan tanpa melakukan pemadaman Listrik untuk pelayanan tanpa padam kepada masyarakat sekitar.

PDKB UP3 Kupang di bentuk pada tanggal 04 juni 2012 dengan metode berjarak dengan jumlah personil 12 Orang yang terdiri dari satu Team Leader, dua Preparartor , tiga Kepala Regu/Pengawas Pekerjaan dan enam Linesman, kemudian PDKB sentuh langsung dibentuk pada tahun 2019.

Read More

Perbedaan kedua metode yang pertama berjarak yaitu prosedur pemeliharaan jaringan Listrik dalam keadaan bertegangan, dimana dilakukan oleh petugas PDKB yang dilengkapi dengan APD dan peralatan, menggunakan tangga dan stick berisolasi dengan jarak minimum kerja adalah 60 cm dari Jaringan yang bertegangan.

Pada metode kerja berjarak pekerja berada di luar daerah terlarang dalam hubungan dengan jaringan bertegangan di tempat ia bekerja, pekerjaan dilaksanakan dengan bantuan alat yang dipasang pada ujung galah berisolasi atau tali isolasi.

Jarak aman minimum yang harus ditaati antara pekerja dan penghantar telanjang atau antara pekerja dan penghantar berisolasi tidak kurang dari 0,3 meter. Jika jarak minimum tersebut tidak bisa dicapai maka penghantar wajib ditutup dengan tutup isolasi yang sesuai.

Metode sentuh langsung yaitu dalam hal kerja dengan sentuhan atau sentuh langsung, pekerja harus mengenakan sarung tangan isolasi sesuai standar. Disamping itu, penghantar telanjang atau penhantar berisolasi tidak penuh yang mungkin dapat tersentuh olehnya, harus ditutup. Secara umum, penghantar yang mungkin dapat tersentuh harus ditutup dengan tutup isolasi yang sesuai.

General Manager PLN UIW NTT, I Gede Agung Sindu Putra menyampaikan bahwa PDKB memiliki tingkat risiko yang tinggi dalam bekerja.

“Tentu saja keselamatan adalah nomor satu dan harus diutamakan serta harus selalu mentaati SOP yang berlaku karena pekerjaan ini memiliki risiko yang tinggi. Sangatlah penting SOP diterapkan dan pengujian alat bekerja harus dikalibrasi secara berkala,” ujar Sindu.

Saat ini Jumlah personal Tim PDKB UP3 Kupang berjumlah 12 Orang yakni, enam orang metode berjarak dan enam orang metode sentuh langsung.

Manager UP3 Kupang Saut Pardomuan Pandjaitan menjelaskan pentingnya peran Tim PDKB di UP3 Kupang yang mampu melakukan berbagai pekerjaan teknis kelistrikan dan dapat diselesaikan dengan efektif dan efisien.

“Tim PDKB UP3 Kupang sangat diperlukan bagi Masyarakat, sebab tim ini mampu melakukan berbagai pekerjaan teknis kelistrikan dengan efektif dan efisien, pekerjaan yang sebelumnya memerlukan pemadaman listrik dapat dilakukan tanpa pemadaman Oleh PDKB dan juga titik pekerjaannya menjadi 6 kali lipat lebih banyak dibandingkan pekerjaan yang dilakukan pemadaman Listrik,” ungkap Saut.

Dengan adanya Tim PDKB di PLN UP3 Kupang, PLN berusaha menjaga kualitas pelayanan PLN kepada masyarakat dapat terjaga dengan baik. (*/gma)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.