Polda NTT Terjunkan 1.300 Personel Amankan Natal dan Tahun Baru

  • Whatsapp
Foto: lintasntt.com

Kupang – Polda NTT menerjunkan 1.300 personel untuk mengamankan perayaan natal dan tahun baru. Upacara dimulainya Operasi Lilin Ranaka 2021 dalam rangka pengamanan natal dan tahun baru digelar di Polda NTT dipimpin Kapolda Irjen Lothari Latif, Kamis (23/12/2021).

“Kita tetap waspada terhadap kelompok yang intoleran dan radikal, waspada terhadap terorisme. Kita tidak boleh terlena,” katanya dalam konferensi pers akhir tahun 2021.

Pengamanan natal di NTT dilakukan di sekitar 3.500 gereja, fasilitas umum, dan lokasi wisata juga melibatkan aparat TNI dari Korem 161 Wirasakti dan seluruh Kodim, dinas perhubungan, dan BPBD. Personel polisi juga bertugas mengantisipasi covid-19 melonjak pasca natal dan tahun baru. “Kami juga butuh peran dari seluruh masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga :  Mabes Polri Tunjuk Tiga Polres di NTT Gelar Vaksinasi Merdeka

Dia mengatakan seluruh personel tersebut ditempatkan di 60 pos pengamaan, 40 pos pelayanan dan 20 pos terpadu.

“Nanti mereka ditempatkan di titik-titik itu untuk memelihara kamtibmas bersama TNI, mengantisipasi kasus-kasus konvensional dan mencegah jangan sampai ada peningkatan covid-19.

Sementara itu secara nasional kasus kejahatan konvensional dilaporkan meningkat sebanyak 100 persen lebih pada 2020 dibandingkan 2019, namun tahun ini, di Polda NTT terjadi penurunan kasus kejahatan dari 2020 sebanyak 8.600 kasus menjadi 6.000 kasus pada 2021 atau turun 20%.

Untuk mengantisipasi gangguan keamanan di gereja, Irjen Lotharia Latif minta gereja-gereja memasang CCTV untu memantau pergerakan jemaat. “Tempat ibadah yang melaksakana kegaatan, harus antisipasi sejak din dengan manfaatkan teknologi. Gereja besar yang melaksanakan kegiatan, pasang CCTV agar termonitorr siapa-siapa yang datang,” tandasnya.

Baca Juga :  Perkantoran di NTT Tetap Buka 15 Juni, Sekolah Ditunda

Pengamanan natal dan tahun baru juga melibatkan lintas agama dan pemuda. Pengamaman yang melibatkan umat agama lainnya di NTT sudah bisa dilakukan pada perayaan hari-hari besar keagamaan. Kondisi itu karena indeks toleransi antarumat beragama di daerah salah satu terbaik di Indonesia. “Kita harus jaga daerah ini sebagai yang tertinggi toleransinya,” tutupnya. (*/gma/mi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *