Polda NTT Kerahkan Drone Bawah Air dalam Operasi SAR KM Putri Sakinah

  • Whatsapp

KupangKepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) mengerahkan teknologi canggih berupa drone bawah air atau Remotely Operated Vehicle (ROV) dalam operasi pencarian korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Pengerahan teknologi bawah laut ini dilakukan seiring Operasi SAR yang memasuki hari keempat, sebagai wujud komitmen Polda NTT dalam misi kemanusiaan untuk menemukan tiga dari empat korban warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Sedangkan satu korban telah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Untuk mempercepat proses pencarian, Polda NTT mengoperasikan ROV yang berfungsi melakukan pemantauan visual di dasar laut, khususnya pada kedalaman dan kondisi arus yang sulit dijangkau oleh penyelam.

Selain itu, tim SAR gabungan juga memanfaatkan sonar system guna mendeteksi objek di bawah permukaan laut serta menerjunkan penyelam profesional Polairud yang memiliki keahlian khusus menyelam di perairan dalam dan berarus kuat.

“Pengerahan teknologi bawah laut ini menjadi langkah penting agar pencarian dapat dilakukan secara maksimal, akurat, dan tetap aman bagi personel,” kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra.

Kronologi Tenggelamnya Kapal

Insiden kecelakaan laut tersebut terjadi pada Jumat malam, 26 Desember 2025 sekitar pukul 20.30 Wita KM Putri Sakinah diketahui mengangkut 11 orang, terdiri dari 6 WNA Spanyol, 4 awak kapal, dan 1 pemandu wisata.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kapal mengalami mati mesin yang diperparah oleh cuaca ekstrem, dengan tinggi gelombang mencapai 2–3 meter akibat pengaruh bibit siklon tropis 96S.

“Dalam kondisi cuaca ekstrem, kapal dihantam gelombang tinggi hingga terbalik dan tenggelam dengan cepat. Dugaan sementara, sebagian korban terjebak di dalam kabin,” jelas Kombes Henry, Senin (29/12).

Sementara itu,operasi SAR melibatkan lebih dari 100 personel gabungan, termasuk 25 personel Polri dari Ditpolairud Polda NTT, Polairud Polres Manggarai Barat, serta dukungan Baharkam Mabes Polri dan Basarnas. Area pencarian telah diperluas hingga radius 5,25 nautical mile, dengan mengerahkan berbagai armada laut seperti RIB, kapal patroli KPC Ditpolairud, serta KN SAR Puntadewa milik Basarnas.

Selain operasi teknis di lapangan, Polda NTT juga melakukan koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Spanyol, Kementerian Pariwisata, dan instansi terkait untuk pendampingan keluarga korban serta mendukung proses investigasi. (*/gma)

Komentar ANDA?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *