Polda NTT Gelar Operasi Zebra 2021 Secara Persuasif

  • Whatsapp
Foto: Humas Polda NTT

Kupang – Polda NTT menggelar Operasi Zebra Ranakah 2021 selama dua pekan mulai Senin (15/11) hingga Minggu (28/11).

Operasi Zebra ditandai dengan penyematan pita tanda operasi oleh Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif kepada perwakilan dinas perhubungan, Ditlantas dan POM TNI Angkatan Darat dalam apel pasukan yang berlangsung di lapangan hitam polda.

Read More

Pelaksanaan operasi zebra kali ini melibatkan 588 personel dari polda hingga polres jajaran. Kapolda mengingatkan seluruh personel menghindari kekerasan selama operasi.

Sebaliknya mengedepankan kegiatan preemtif, preventif dan persuasif serta humanis, dalam rangka meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19. “Hindari kekerasan verbal, lisan ataupun fisik. Yang kita hadapi ini adalah pelangaran lalu lintas, bukan kejahatan. Jangan sampai justru anggota yang melakukan kejahatan dalam menindak pelanggaran lalu lintas,” kata Irjen Lotharia Latif.

Baca Juga :  Plan Indonesia Bagikan APD untuk Puskemas di Lembata

Menurutnya, sasaran operasi ini meliputi segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata yang dapat menghambat dan mengganggu kamseltibcarlantas serta penyebaran covid-19.

“Dengan berpedoman pada sasaran tersebut, diharapkan operasi zebra tahun ini dapat menekan jumlah korban fatalitas laka lantas, meminimalisir kemacetan lalu lintas, meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 serta terwujudnya kamseltibcarlantas yang mantap,” ujarnya.

Menurutnya, pada 2020 tercatat 1.125 kecelakaan lalulintas dengan jumlah korban meninggal 393 orang, luka berat 412 orang, luka ringan 1.327 orang, dibandingkan 2019 sebanyak 1.428 kecelakaan lalu lintas atau menurun 303 kejadian atau 21%. Sedangkan jumlah pelanggaran lalu lintas pada 2020 sebanyak 23.047 kasus, dibandingkan 2019 sebanyak 37.302 kasus atau menurun 14.255 kasus atau 61%. (gma)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *