PLN UP3 Sumba Mengedukasi Warga tentang Manfaat dan Bahaya Listrik

  • Whatsapp
Edukasi siswa SMA tentang Manfaat dan Bahaya Listrik di Sumba/Foto: PLN

Tambolaka – PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumba berkomitmen terus memberikan pelayanan ekselen bagi seluruh masyarakat khususnya di Pulau Sumba.

PLN juga juga ikut berkontribusi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya tentang manfaat dan bahaya listrik dalam kehidupan sehari-hari.

Read More

Sejak terbentuknya biro khusus yang menangani Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Lingkungan (K3L) pada Juni 2019, secara kontinu PLN UP3 Sumba turun langsung ke masyarakat untuk mengedukasi manfaat dan bahaya listrik.

Edukasi ini tidak hanya dilakukan di setiap kecamatan, tetapi juga kepada generasi muda di Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan (SMA/SMK) di daratan pulau Sumba.

Manager UP3 Sumba, Made Hary Palguna berpesan kepada Tim K3L Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sumba Jaya, Kabupaten Sumba Barat Daya agar melakukan tatap muka dengan perwakilan masyarakat ketika melakukan sosialisasi terkait manfaat dan bahaya listrik.

Seperti sosialisasi yang dilaksanakan untuk masyarakat di Desa Wee Kombaka Kecamatan Wewewa Barat, tetap mengutamakan protokol kesehatan dan physycal distancing, edukasi manfaat dan bahaya listrik ini dipimpin langsung oleh Pejabat K3L (Yanuarius Kahiawa Romu), didampingi Supervisor Pelayanan dan Administrasi (Ade Setiawan), Rabu, 22 Juni 2020.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Pesawat Wings Air Gagal Mendarat di Larantuka

Dalam sosialisasinya, Ade menyampaikan “listrik memang memiliki banyak manfaat, antara lain dapat mendukung kehidupan masyarakat baik dari segi ekonomi, pendidikan, sosial, budaya dan lainnya. Tetapi apabila dalam pemakaiannya kita tidak bijak maka listrik dapat menimbulkan bahaya seperti konsleting bahkan kebakaran.” Jelasnya

Oleh karena itu, kami harap seluruh masyarakat dapat bersama-sama mendukung PLN untuk menjaga listrik agar dapat dinikmati bersama-sama dengan cara tidak bermain layangan di dekat jaringan PLN, tidak menumpuk stok kontak pada satu aliran listrik, rutin mengecek instalasi rumah minimal 5 tahun sekali dan segera laporkan ke petugas PLN bila ada kabel PLN yang sampai mengenai jalan atau rumah pelanggan” imbuh Ade.

Salah satu warga Andrina Umbu Kalli di Desa Wee Kombaka, Kecamatan Wewewa Barat mengatakan
informasi tentang bahaya listrik ini sangat penting agar kami bisa memberi tahu anak-anak kami untuk tidak bermain dekat dengan jaringan listrik dan juga pohon-pohon agar dapat ditebang apabila sudah dekat dengan jaringan.

Sampai 2020, edukasi manfaat dan bahaya listrik telah disampaikan di lebih dari 20 kecamatan atau desa di seluruh daratan pulau Sumba.

Baca Juga :  OPD di Sumba Tengah Harus Alokasikan Anggaran Eliminasi Malaria dan TB

Misalnya di Sumba Timur telah dilaksanakan di Kecamatan Kota Waingapu, Kecamatan Nggaha Ori Angu, Kecamatan Kambera, Desa Ananjaki, Desa Jangga Mangu, Desa Matawai Pawali, Desa Nangga, Desa Winumuru, Desa Kataka, Desa Matawai Maringgu, dan Kecamatan Tabundung, Desa Praibakul, Desa Rambangaru, Desa Kondamara, Desa Rakawatu, dan Desa Tandula Jangga.

Di Sumba Barat telah dilaksanakan di Desa Wangga Waiyengu, Desa. bolu bokat, Desa Bolu Bokat Utara, Desa Bolu Bokat Barat, Desa Maradesa, Desa Maradesa Selatan, Desa Maradesa Timur, Desa Weluk Praimemang, Desa Sambali Loku, Desa Maderi, Desa Umbu Jodu, Sumba Tengah, Desa Hupu Mada, Desa bali loku, Desa Rajaka, dan Desa Patiala Dete.

Di Sumba Barat Daya telah dilaksanakan di SMAK Waikabubak, Desa Wee Namba, Desa Lete Kamouna, Desa Wee Paboba, Tanjung Karoso, Desa Loko Kalada, Desa Kalena Rongo, Desa Onggol, Desa Kawango Hari, Kecamatan Kodi Utara, Kecamatan Tanarighu, Desa Weekombaka, dan Desa Waiha.

“Semoga dengan dilaksanakannya sosialisasi manfaat dan bahaya listrik kepada masyarakat, keandalan penyediaan tenaga listrik lebih andal berkat dukungan masyarakat,” tutup Made Hary. (pln)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *